Jangan Keliru! Ini Bedanya Banjir Biasa dan Banjir Bandang

Imron Arlado • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 11:52 WIB
Kenali perbedaan banjir biasa dan banjir bandang untuk menentukan langkah yang tepat dalam merespons bencana alam. (Foto: Iqro Rinaldi/Unsplash)
Kenali perbedaan banjir biasa dan banjir bandang untuk menentukan langkah yang tepat dalam merespons bencana alam. (Foto: Iqro Rinaldi/Unsplash)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Banjir bandang kembali menjadi perhatian setelah menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa banjir tidak selalu datang secara perlahan berupa genangan.

Ada banjir yang datang dengan cepat dengan aliran yang deras, sehingga masyarakat memiliki waktu yang lebih sedikit untuk menyelamatkan diri. 

Banjir biasa dan banjir bandang sama-sama berkaitan dengan aliran air, namun mekanisme, karakteristik, dan tingkat ancamannya berbeda. Kenali perbedaannya agar masyarakat tidak salah merespons ketika terjadi bencana.

Baca Juga: Gejalanya Mirip, Ini Cara Membedakan Pilek Biasa dan Influenza yang Perlu Diwaspadai

Banjir Biasa

Banjir biasa merupakan bencana alam di mana permukaan air naik secara perlahan dalam kurun waktu yang relatif lama, sehingga masih ada waktu untuk persiapan dan evakuasi.

Banjir ini biasanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, drainase yang tidak bisa menampung air, luapan sungai, hingga kondisi wilayah. Proses banjir ini biasanya berlangsung secara bertahap. Karakteristik airnya cenderung menggenangi atau mengalir di wilayah yang terdampak.

Banjir Bandang

Banjir bandang merupakan kondisi di mana aliran air datang secara cepat dengan debit dan energi yang besar, disertai material lain seperti lumpur, batu, kayu, dan lainnya, sehingga waktu evakuasi lebih terbatas.

Banjir ini biasanya disebabkan oleh hujan yang intens, kondisi daerah aliran sungai utamanya di hulu/lereng, jebolnya bendungan/tanggul karena longsor, topografi, dan faktor lainnya.

Proses datangnya banjir ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan cepat, sehingga perlu adanya tingkat kewaspadaan dan respons yang cepat pula.

Karakteristik banjir bandang, terutama dari kecepatan aliran, energi, dan material yang terbawa, memiliki daya rusak yang tinggi dan membuat waktu masyarakat dalam merespons bencana menjadi sangat terbatas, sehingga bisa menyebabkan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan banjir biasa.

Baca Juga: Isu Superflu Meningkat, Ini Nutrisi yang Penting untuk Menjaga Imunitas Tubuh

Meskipun risiko dari banjir tetap tergantung pada lokasi, intensitas, durasi, kepadatan penduduk, infrastruktur, kesiapsiagaan, dan faktor lainnya, masyarakat tetap perlu mengenali perbedaannya karena respons terhadap aliran yang cepat dan genangan yang naik perlahan tidak bisa disamakan.

Dengan mengenali perbedaan bencana beserta karakteristiknya, masyarakat bisa memahami tingkat kewaspadaan dan tindakan yang tepat untuk dilakukan ketika menghadapi kondisi banjir. Memahami perbedaannya sejak awal juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. NAVA

Editor : Imron Arlado
banjir bencana alam banjir bandang antisipasi banjir mitigasi