Cuaca Ekstrem Makin Sering Terjadi, Ini Cara Pahami Informasi dari BMKG

Imron Arlado • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 10:23 WIB
Pahami berbagai informasi mengenai prakiraan cuaca, peringatan dini, hingga informasi iklim yang disediakan oleh BMKG. (Foto: Slava Auchynnikau/Unsplash)
Pahami berbagai informasi mengenai prakiraan cuaca, peringatan dini, hingga informasi iklim yang disediakan oleh BMKG. (Foto: Slava Auchynnikau/Unsplash)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Cuaca tak menentu di Indonesia, disertai berbagai potensi bencana alam, turut memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kesehatan masyarakat.

Cuaca ekstrem dan tak menentu, seperti angin kencang, suhu panas, kekeringan, hingga hujan deras di beberapa wilayah, sampai menimbulkan bencana alam lainnya yang kian menyelimuti Indonesia. Karena kondisi cuaca yang mudah berubah, BMKG menyediakan informasi yang bisa dijadikan salah satu acuan.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG untuk membantu masyarakat menentukan waktu beraktivitas, mempersiapkan kebutuhan, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca tertentu.

Baca Juga: Ingin Donor Darah? Ini Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukannya

Prakiraan Cuaca

Prakiraan cuaca memberikan gambaran kondisi cuaca yang diperkirakan akan terjadi. Biasanya, prakiraan cuaca memiliki batas jangka pendek, misalnya per jam hingga harian.

Fokus utama dari prakiraan cuaca yakni gambaran kondisi atmosfer secara umum. Prakiraan cuaca biasanya diinformasikan secara rutin.

Isi dari prakiraan cuaca umumnya mencakup suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, tutupan awan, hingga potensi hujan (ringan, sedang, lebat). Tujuannya untuk membantu masyarakat merencanakan kegiatan harian.

BMKG menggambarkan kondisi langit dan curah hujan menggunakan ikon visual dan istilah yang standar:

Peringatan Dini

Peringatan dini memberikan informasi mengenai potensi kondisi cuaca yang perlu diwaspadai. Biasanya, peringatan dini diinformasikan secara real time atau mendesak dalam jangka waktu beberapa menit hingga beberapa jam ke depan.

Fokus utamanya berada pada potensi bahaya/cuaca ekstrem yang mengancam yang sifatnya spesifik, cepat, dan membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Biasanya, peringatan dini memuat lokasi spesifik yang terdampak cuaca ekstrem atau fenomena berbahaya, durasi kejadian, jenis ancaman, hingga level risiko (waspada, siaga, dan awas) dengan tujuan untuk memberikan tenggat waktu bagi masyarakat dan pemerintah untuk mengambil tindakan keselamatan/evakuasi.

BMKG menggunakan indikator warna standar untuk menunjukkan tingkat keparahan risiko:

Setiap rilisan peringatan dini, BMKG selalu memuat pola yang berisi 3W (what, where, when):

Peringatan dini BMKG juga terbagi berdasarkan jenis bencana yang diantisipasi seperti:

Informasi Iklim

Informasi iklim memberikan gambaran kondisi atau pola iklim dalam periode yang lebih panjang, misalnya bulanan, musiman, tahunan, hingga dekade. Fokus utamanya terletak pada pola atmosfer jangka panjang dan bersifat analitis, statistik, dan kontekstual.

Informasi iklim umumnya memuat prediksi awal musim (hujan/kemarau), fenomena iklim global seperti El Niño atau La Niña, pemetaan daerah rawan, serta analisis perubahan iklim.

Hal itu digunakan untuk membantu menyusun kebijakan strategis sektor jangka panjang seperti perencanaan pertanian, pengelolaan energi, hingga pemetaan risiko tata ruang.

Baca Juga: KY Periksa Saksi Kunci Kuasa Hukum PT Duta Manuntung: Dugaan Pelanggaran Etik Makin Terang

Memahami informasi dasar dari BMKG dapat digunakan untuk menyesuaikan aktivitas, terutama aktivitas di luar ruangan. Dengan memahami hal tersebut, masyarakat bisa mengambil langkah antisipasi yang lebih tepat. NAVA

Editor : Imron Arlado
prakiraan cuaca informasi iklim peringatan dini potensi bencana BMKG