JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Cuaca tak menentu di Indonesia, disertai berbagai potensi bencana alam, turut memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kesehatan masyarakat.
Cuaca ekstrem dan tak menentu, seperti angin kencang, suhu panas, kekeringan, hingga hujan deras di beberapa wilayah, sampai menimbulkan bencana alam lainnya yang kian menyelimuti Indonesia. Karena kondisi cuaca yang mudah berubah, BMKG menyediakan informasi yang bisa dijadikan salah satu acuan.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG untuk membantu masyarakat menentukan waktu beraktivitas, mempersiapkan kebutuhan, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca tertentu.
Baca Juga: Ingin Donor Darah? Ini Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukannya
Prakiraan Cuaca
Prakiraan cuaca memberikan gambaran kondisi cuaca yang diperkirakan akan terjadi. Biasanya, prakiraan cuaca memiliki batas jangka pendek, misalnya per jam hingga harian.
Fokus utama dari prakiraan cuaca yakni gambaran kondisi atmosfer secara umum. Prakiraan cuaca biasanya diinformasikan secara rutin.
Isi dari prakiraan cuaca umumnya mencakup suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, tutupan awan, hingga potensi hujan (ringan, sedang, lebat). Tujuannya untuk membantu masyarakat merencanakan kegiatan harian.
BMKG menggambarkan kondisi langit dan curah hujan menggunakan ikon visual dan istilah yang standar:
- Cerah (langit terang tanpa awan)
- Cerah berawan (langit didominasi matahari, terdapat awan putih tipis)
- Berawan (langit tertutup awan mendung/tebal, sinar matahari minim, namun belum turun hujan)
- Berawan tebal (awan gelap merata dan berpotensi hujan dalam waktu dekat)
- Hujan ringan (tetesan air relatif sedikit)
- Hujan sedang (hujan deras merata)
- Hujan petir (hujan deras disertai petir dan angin kencang)
- Kabut/udara kabur (jarak pandang terbatas, biasanya pagi/malam)
Peringatan Dini
Peringatan dini memberikan informasi mengenai potensi kondisi cuaca yang perlu diwaspadai. Biasanya, peringatan dini diinformasikan secara real time atau mendesak dalam jangka waktu beberapa menit hingga beberapa jam ke depan.
Fokus utamanya berada pada potensi bahaya/cuaca ekstrem yang mengancam yang sifatnya spesifik, cepat, dan membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Biasanya, peringatan dini memuat lokasi spesifik yang terdampak cuaca ekstrem atau fenomena berbahaya, durasi kejadian, jenis ancaman, hingga level risiko (waspada, siaga, dan awas) dengan tujuan untuk memberikan tenggat waktu bagi masyarakat dan pemerintah untuk mengambil tindakan keselamatan/evakuasi.
BMKG menggunakan indikator warna standar untuk menunjukkan tingkat keparahan risiko:
- Hijau (aman/normal). Kondisi cuaca aman dan tidak ada potensi ancaman berbahaya.
- Kuning (waspada). Potensi cuaca ekstrem/bencana skala minor sehingga tetap memerlukan pemantauan informasi dan berhati-hati saat beraktivitas di luar.
- Oranye (siaga). Potensi cuaca ekstrem berisiko menimbulkan dampak signifikan, sehingga harus bersiap melakukan pencegahan atau evakuasi mandiri.
- Merah (awas). Potensi bencana sangat berbahaya/meluas sehingga perlu segera melakukan penyelamatan diri atau evakuasi sesuai arahan.
Setiap rilisan peringatan dini, BMKG selalu memuat pola yang berisi 3W (what, where, when):
- Jenis potensi fenomena (what)
- Wilayah terdampak (where) yang dibagi menjadi wilayah utama (daerah yang diperkirakan paling terdampak) dan wilayah perluasan (daerah sekitar yang berpotensi terdampak)
- Waktu dan durasi (when) yang berisi jam mulai berlaku hingga berakhirnya fenomena.
Peringatan dini BMKG juga terbagi berdasarkan jenis bencana yang diantisipasi seperti:
- Cuaca ekstrem yang diperbarui secara real time
- Gelombang tinggi (maritim)
- Gempa bumi dan tsunami yang berisi magnitudo, kedalaman, dan status potensi tsunami
Informasi Iklim
Informasi iklim memberikan gambaran kondisi atau pola iklim dalam periode yang lebih panjang, misalnya bulanan, musiman, tahunan, hingga dekade. Fokus utamanya terletak pada pola atmosfer jangka panjang dan bersifat analitis, statistik, dan kontekstual.
Informasi iklim umumnya memuat prediksi awal musim (hujan/kemarau), fenomena iklim global seperti El Niño atau La Niña, pemetaan daerah rawan, serta analisis perubahan iklim.
Hal itu digunakan untuk membantu menyusun kebijakan strategis sektor jangka panjang seperti perencanaan pertanian, pengelolaan energi, hingga pemetaan risiko tata ruang.
Baca Juga: KY Periksa Saksi Kunci Kuasa Hukum PT Duta Manuntung: Dugaan Pelanggaran Etik Makin Terang
Memahami informasi dasar dari BMKG dapat digunakan untuk menyesuaikan aktivitas, terutama aktivitas di luar ruangan. Dengan memahami hal tersebut, masyarakat bisa mengambil langkah antisipasi yang lebih tepat. NAVA
Editor : Imron Arlado