JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang dapat dilakukan untuk membantu orang lain. Darah yang didonorkan dapat digunakan untuk kebutuhan medis, sehingga ketersediaannya perlu dijaga.
Beberapa manfaat donor darah bagi pendonor antara lain meningkatkan kesehatan jantung dan sirkulasi darah, merangsang produksi sel darah merah baru, tubuh lebih bugar, mengurangi risiko kanker, membakar kalori, mengurangi kolesterol jahat, mendeteksi dini penyakit, serta menjaga kesehatan mental.
Baca Juga: Kejar Musim Hujan, Normalisasi Waduk Windu di Mojokerto Dikebut
Beberapa syarat yang wajib dipenuhi oleh seorang pendonor darah yaitu:
- Berusia 17-60 tahun. Remaja berusia 17 tahun diperbolehkan apabila mendapat izin tertulis dari orang tua dan memenuhi persyaratan lainnya.
- Berat badan minimal 45 kg
- Suhu tubuh 36,6 - 37,5 derajat Celsius
- Tekanan darah normal (berada di angka sistolik 100-160 dan diastolik 70-100)
- Kadar hemoglobin minimal sekitar 12,5 - 17 g/dL serta tidak lebih dari 20 g/dL
- Saat pemeriksaan, denyut nadi sekitar 50-100 kali per menit
- Jarak waktu donor darah terakhir minimal 3 bulan atau 12 minggu
- Dalam kondisi sehat (tidak memiliki keluhan seperti lemas, batuk, pilek, atau demam)
- Bagi wanita, tidak sedang menstruasi, hamil atau menyusui
- Menyumbangkan darah secara sukarela dengan menyetujui informed consent
Hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan donor darah:
- Kondisi sehat jasmani rohani dan diusahakan mencukupi asupan protein, vitamin, dan zat besi, serta banyak minum air putih
- Istirahat cukup (tidur minimal 7-8 jam sebelum donor)
- Tidak melakukan aktivitas fisik atau olahraga berat dan tidak mengonsumsi minuman keras setidaknya sehari sebelum melakukan donor
- Makan cukup dan bergizi (hindari perut kosong)
- Gunakan pakaian yang nyaman sehingga memudahkan akses ke area lengan.
- Siapkan informasi kesehatan yang diperlukan seperti kartu identitas, riwayat kesehatan, dan sampaikan kondisi kesehatan secara jujur kepada petugas.
Donor darah tidak boleh dilakukan oleh orang dengan kriteria sebagai berikut:
- Memiliki penyakit tertentu (diabetes, kanker, penyakit jantung, masalah paru-paru, gangguan fungsi ginjal, dan penyakit berat lainnya)
- Memiliki tekanan darah tinggi atau rendah
- Menderita epilepsi atau kejang
- Sedang menstruasi (bagi wanita)
- Berat badan kurang dari 45 kg
- Memiliki penyakit menular atau berisiko tinggi terkena penyakit menular (sifilis, HIV/AIDS, hepatitis B, hepatitis C, malaria)
- Mengonsumsi obat-obatan atau sedang menjalani pengobatan
- Memiliki gangguan perdarahan (misalnya hemofilia)
- Sedang menstruasi, hamil atau menyusui
- Memiliki riwayat penggunaan narkoba dalam bentuk suntik
- Kecanduan minuman keras
Meski begitu, beberapa efek samping ringan yang mungkin muncul setelah melakukan donor darah antara lain:
- Pusing
- Mual atau ingin muntah
- Lemas/kelelahan
- Pingsan
- Nyeri otot atau kram
- Memar, nyeri, atau bengkak di area suntikan
- Reaksi alergi ringan di area suntikan
- Pendarahan ringan dari bekas suntikan
Efek-efek tersebut bisa diatasi dengan istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas berat selama 24 jam pertama, minum banyak cairan, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga area suntikan, menghindari alkohol dan merokok, serta menghindari berdiri terlalu cepat untuk mencegah pusing.
Baca Juga: Kasus ISPA di Kabupaten Mojokerto Melonjak
Donor darah pada umumnya tidak memerlukan persiapan yang rumit. Memahami kondisi kesehatan diri sendiri sangat penting untuk membantu proses donor darah berjalan dengan lancar.
Tidak perlu memaksakan diri jika memang belum memenuhi syarat sebagai pendonor karena hal tersebut berkaitan dengan keamanan pendonor dan penerima darah. Dengan persiapan yang tepat, donor darah bisa dilakukan dengan aman dan nyaman. NAVA
Editor : Imron Arlado