JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Industri film horor Indonesia hadir kembali lewat film berjudul Lingsir Wengi: Motel Malioboro. Film garapan Lab Pictures ini menggabungkan tembang mistis Jawa dan para konten kreator horor.
Cerita bermula pada saat Putik, seorang gadis muda yang dikenal memiliki keahlian indigo untuk melihat mahluk tak kasatmata. Kemampuan Putik tersebut dimanfaatkan oleh teman-temannya untuk membangun sebuah saluran konten horor bernama DuniaHorror62.
Baca Juga: Ning Uswah Syauqie Tentang Buku, Minat Baca, dan Generasi Muda
Bersama dengan para teman-temannya yaitu Ryan, Aro, Anggie, dan Dita, mereka berburu tempat yang terkenal angker demi mengejar popularitas dan vitalitas di media sosial.
Seiring berjalannya waktu, Putik mulai merasa lelah. Sosok-sosok mengerikan yang ia temui sewaktu syuting terus mengikutinya dan meneror kehidupannya. Putik berniat berhenti, namun niatnya terhalang oleh Ryan.
Demi mengejar popularitas, Ryan meyakinkan timnya untuk mendatangi sebuah motel tua yang ada di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Motel tersebut menyimpan sebuah rahasia kelam, khususnya berada di sebuah kamar yang sengaja dikunci rapat sejak kematian misterius seorang perempuan.
Baca Juga: Relima Kabupaten Mojokerto Sebar 1.000 Buku ke Taman Baca hingga Rumah Ibadah
Meskipun sudah diperingatkan oleh warga mengenai pantangan tempat tersebut, mereka nekat melanggarnya demi konten media sosial. Teror mulai terjadi ketika rekaman lagu Lingsir Wengi mulai terputar di dalam bangunan motel.
Alunan tersebut mengubah motel menjadi lebih mencekam. Putik mendadak mendapatkan penglihatan ghaib yang menghubungkan dirinya dengan sejarah kematian seorang perempuan di masa lalu. Di dalam motel tua tersebut, kelima orang harus melawan para mahluk tak kasatmata, juga menghadapi konflik penghianatan dan rahasia yang terungkap di antara mereka. FIRLY
Editor : Imron Arlado