JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Jejak digital bukan lagi sesuatu yang sulit ditemukan. Setiap orang yang aktif bermedia sosial hampir pasti meninggalkan jejak digital. Kebiasaan mengunggah foto, video, opini, komentar, likes, hingga aktivitas sehari-hari kini bisa meninggalkan jejak yang berpotensi diakses oleh orang lain.
Banyak orang menganggap bahwa menghapus unggahan berarti informasi tersebut sudah aman. Padahal, konten yang pernah diunggah ke media sosial bisa saja telah disimpan/discreenshot atau disebar ulang oleh orang lain.
Jejak digital merupakan informasi atau rekam data yang ditinggalkan seseorang ketika menggunakan internet. Secara umum, jejak digital dibedakan menjadi dua jenis, yaitu aktif dan pasif.
- Jejak digital aktif mencakup berbagai konten atau informasi yang sengaja diunggah oleh pengguna, seperti foto, video, komentar, hingga interaksi lainnya di media sosial.
- Sedangkan jejak digital pasif mencakup data aktivitas yang tercatat ketika seseorang menggunakan layanan digital seperti informasi perangkat, aktivitas situs atau aplikasi, riwayat pencarian, hingga data lokasi.
Jejak digital sangat berpengaruh terhadap reputasi dan karier seseorang. Dalam proses rekrutmen, banyak perusahaan yang dengan sengaja memeriksa jejak digital calon karyawan mereka. Jejak digital membuat informasi pribadi bisa disebarkan bahkan dimanfaatkan oleh pihak lain, sehingga konten-konten lama akan kembali muncul di internet.
Baca Juga: Kalian Pecinta Bakmie? Inilah Noodl Mojokerto, Tempat Makan yang Menyediakan Olahan Bakmie Lezat
Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk menjaga jejak digital tetap aman:
- Hindari membagikan data pribadi, seperti alamat rumah, identitas lengkap, nomor telepon, hingga detail lokasi real time
- Berhati-hati jika memasukkan informasi apa pun ke platform digital termasuk AI .
- Periksa kebijakan privasi dan pahami bagaimana data pengguna digunakan
- Periksa konten sebelum diposting, pastikan tidak ada informasi sensitif yang terlihat
- Hindari membagikan lokasi jika memang tidak diperlukan
- Pikirkan dampak sebelum mengunggah konten
- Berkomentar dengan bijak dan hindari merugikan orang lain
- Gunakan akun privat untuk membatasi akses konten
- Batasi akses aplikasi dan layanan digital
Pengguna bisa memeriksa jejak digital yang sudah ada. Dimulai dari mencari nama sendiri di internet, memeriksa akun media sosial, meninjau ulang komentar dan informasi lama, hingga memeriksa akun yang sudah tidak digunakan.
Jika sudah terlanjur membagikan informasi yang seharusnya tidak diperkenankan untuk publik, segera hapus unggahan jika masih bisa dikendalikan. Pengguna bisa mengubah pengaturan privasi dan menghapus informasi pribadi yang tidak diperlukan.
Baca Juga: Kenali Potensi Bencana di Sekitar, Begini Cara Mudah Mengeceknya
Menghapus konten memang tidak selalu menghilangkan jejak digital, sehingga prinsip berpikir sebelum membagikan sesuatu perlu ditekankan. Internet menyimpan informasi banyak orang. Orang yang tidak dikenal pun bisa dengan mudah mengakses informasi orang lain apabila jejak digital orang tersebut tidak dijaga dengan baik.
Dengan menjaga jejak digital, pengguna bisa mengurangi risiko terhadap privasi, reputasi, dan dampak lain yang bisa muncul di kemudian hari. NAVA
Editor : Imron Arlado