Harga BBM Pertamina 14 September 2026 Naik, Pertamax Green Tembus Rp19.150/Liter

Imron Arlado • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 18:55 WIB
Pertalite Rp10.000/liter dan Biosolar Rp6.800/liter tidak mengalami perubahan.
Pertalite Rp10.000/liter dan Biosolar Rp6.800/liter tidak mengalami perubahan.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Harga BBM terbaru Senin, 14 September 2026, resmi diumumkan Pertamina dengan sejumlah penyesuaian pada produk nonsubsidi. Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan cukup tajam, sementara BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan agar masyarakat tidak terbebani.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus level USS100 per barel. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi faktor penekan. Pertamina menegaskan bahwa penetapan harga mengikuti formula resmi pemerintah yang mempertimbangkan harga minyak global, kurs, serta pajak.

Pertamax Green kini dijual Rp19.150 per liter, naik Rp2.550 dari bulan sebelumnya. Pertamax Turbo naik Rp1.300 menjadi Rp19.600 per liter. Kenaikan paling signifikan terjadi pada Dexlite dan Pertamina Dex, masing-masing naik Rp4.000 dan Rp4.050 per liter. Sementara itu, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Baca Juga: Analisis Kinerja Nuris School Banking dalam Keuangan Santri XI MA Nurul Islam II Mojokerto

Konsumen kendaraan pribadi yang menggunakan BBM berkualitas tinggi seperti Pertamax Turbo dan Pertamax Green akan merasakan dampak langsung dari kenaikan ini. Sedangkan pengguna transportasi umum dan sektor logistik lebih terbebani oleh kenaikan harga diesel, yang berpotensi meningkatkan ongkos distribusi barang.

Jika dibandingkan dengan SPBU swasta, harga BBM Pertamina masih relatif kompetitif. Shell menjual V-Power Diesel Rp24.420 per liter, BP-AKR menawarkan Ultimate Diesel Rp25.420 per liter, dan Vivo menetapkan Diesel Primus Rp25.420 per liter. Meski demikian, selisih harga tidak terlalu jauh sehingga konsumen tetap menghadapi beban tambahan.

Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Namun, kenaikan BBM nonsubsidi tetap menjadi sinyal bahwa tekanan global terhadap energi semakin nyata dan bisa berdampak pada inflasi domestik. KALKY

Editor : Imron Arlado
pertamina bbm naik pertamax green