JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, terus dipersiapkan menjelang penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. Stadion kebanggaan Indonesia tersebut akan menjadi salah satu venue utama turnamen, termasuk untuk pertandingan Grup A yang dihuni Timnas Indonesia.
Pada Selasa, 8 September 2026, Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau langsung kesiapan sejumlah fasilitas yang akan mendukung pelaksanaan turnamen. Peninjauan dilakukan di SUGBK, Stadion Madya, Lapangan ABC Senayan, hingga Stadion PTIK Jakarta.
Baca Juga: Setelah 14 Tahun Menanti, Timor Leste Resmi Gabung Jadi Anggota ASEAN
Di SUGBK, pengecekan difokuskan pada kondisi lapangan dan kualitas rumput. Sejumlah petugas juga terlihat melakukan perawatan rutin untuk memastikan permukaan lapangan tetap dalam kondisi baik dan memenuhi kebutuhan pertandingan internasional.
Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK), Rakhmadi Afif Kusumo, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas yang akan digunakan dalam FIFA ASEAN Cup 2026 siap digunakan. Saat ini, tingkat kesiapan SUGBK disebut telah mencapai 86 persen.
Selain stadion utama, Stadion Madya dan Lapangan ABC Senayan juga disiapkan sebagai fasilitas latihan bagi tim-tim peserta. Sementara itu, Stadion PTIK turut diperiksa untuk memastikan kondisi lapangan serta fasilitas pendukung, termasuk area pemain dan toilet, dapat menunjang kegiatan tim selama turnamen.
Baca Juga: Siap Tempur! Ini Daftar Skuad Timnas Putri untuk ASEAN women’s Championship 2025
Persiapan GBK juga menghadapi tantangan berupa abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. PPK-GBK memastikan abu yang berdampak pada kawasan stadion akan dibersihkan secara menyeluruh. Kondisi fasilitas sejauh ini dinilai masih baik dan pembersihan akan terus dilakukan sebelum turnamen berlangsung.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Indonesia menjadi tuan rumah dan SUGBK akan menjadi lokasi pertandingan Grup A yang diisi Indonesia, Singapura, Bangladesh, dan Malaysia.
Dengan persiapan yang telah mencapai 86 persen, pengelola GBK masih memiliki waktu untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang tersisa. Perawatan lapangan, pembersihan area stadion, serta pengecekan berbagai fasilitas terus dilakukan agar SUGBK siap menyambut pertandingan dan para pendukung Timnas Indonesia.
FERDI