Jangan Panik! Ini Cara Hadapi Gempa dan Erupsi Gunung!

Imron Arlado • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:49 WIB
Pahami rute jalur evakuasi sebagai mitigasi bencana. (Foto: Andrew Teoh/Unsplash)
Pahami rute jalur evakuasi sebagai mitigasi bencana. (Foto: Andrew Teoh/Unsplash)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Indonesia berada di kawasan Ring of Fire yang menyebabkan tingginya potensi bencana. Banyaknya gunung api aktif di kawasan ini menyebabkan gempa dan erupsi.

Masyarakat Indonesia harus siap hidup berdampingan dengan potensi bencana karena bencana memang tidak bisa dihindari. Dampak dari bencana bisa diminimalisir dengan kesiagaan warganya untuk menurunkan risiko korban jiwa dan kerugian.

Mengapa Gempa dan Erupsi Gunung Sering Terjadi?

Indonesia sendiri berlokasi di pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Lempeng tektonik terus bergerak sehingga terjadi subduksi. Pergesekan lempeng tersebut menimbulkan tekanan sehingga melepaskan gelombang seismik berupa gempa bumi.

Tabrakan lempeng juga mendorong batuan masuk ke dalam bumi dan meleleh menjadi magma. Magma yang ringan dan dipenuhi gas dengan tekanan tinggi akan terdorong naik ke permukaan bumi dan meletus sebagai erupsi.

Karena berada di Ring of Fire, Indonesia memiliki setidaknya 127 gunung api aktif dengan bermacam tipe dan jumlahnya terbanyak di dunia. Sehingga, selama lempeng bumi terus bergerak, gempa dan erupsi gunung akan terus berulang terjadi.

Saat sedang terjadi, gempa bumi dan erupsi gunung umumnya tidak hanya terjadi sekali. Biasanya akan terjadi gempa susulan dan erupsi selanjutnya dalam rentang waktu yang berdekatan.

Baca Juga: BMKG Juanda Prediksi Kemarau di Mojokerto Molor hingga November

Cara Menghadapi Gempa dan Erupsi Gunung

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam menghadapi gempa bumi:

 

Sebelum gempa 

Saat gempa terjadi

Setelah gempa

Baca Juga: Dua Hari, Tiga Kebakaran Terjadi di Kota Mojokerto

Adapun cara menghadapi erupsi gunung api:

Sebelum erupsi

Saat erupsi terjadi

Setelah erupsi terjadi

Jangan lupa untuk tetap memantau keseluruhan informasi resmi yang tersedia:

Sadari potensi bencana sejak dini untuk melakukan mitigasi lebih awal demi mengurangi dan meminimalkan risiko bencana yang merugikan. NAVA

Editor : Imron Arlado
gempa bumi erupsi gunung potensi bencana mitigasi bencana bencana