Mengapa Perang Melawan Perjudian Daring tidak Kunjung Tuntas? Simak Penjelasannya

Imron Arlado • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:47 WIB
Perjudian Daring tidak Kunjung Tuntas (CNBN Indonesia)
Perjudian Daring tidak Kunjung Tuntas (CNBN Indonesia)

JAWA POS RADAR MOJOKERTOUpaya memutus rantai perjudian daring (judi online) di Indonesia hingga kini masih menjadi tantangan berat yang tidak kunjung menemui titik akhir.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sudah memutus akses ke lebih dari 8,8 juta situs dan konten judi online dari tahun 2017 hingga September 2026. Namun para pelaku industri gelap ini selalu menemukan celah baru untuk kembali beroperasi.

Canggihnya teknologi menjadi persoalan utama dibalik susahnya pemberantasan kasus ini. Para pengembang platform judi online dengan cepat memindahkan website satu ke yang lain, memanfaatkan fitur pesan otomatis (spamming), hingga mengalihkan metode pembayaran ke aset kripto dan rekening penampung secara berlapis agar bisa menghindari pelacakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Selain itu, adanya iklan judi online secara terselubung di media sosial yang membuat usia produktif semakin tertarik dan makin memicu tingginya angka ketergantungan masyarakat untuk judi online.

Baca Juga: Sinopsis Bisikan Desa Gringsing, Film Horor Pertama Indonesia dengan Teknologi Virtual Production

Faktor lain yang menghambat perjudian daring tidak kunjung tuntas karena server judi online Sebagian besar berada di negara yang melegalkan perjudian yang di luar jangkauan hukum Indonesia.

Faktor psikologis dan sosial juga muncul sebab judi online memicu pemain ketagihan saat memainkannya. Akar masalah belum tuntas jika literasi digital rendah dan permintaan dari masyarakat masih ada.

Menanggapi situasi ini, pemerintah bersama Satgas Pemberantas Judi Online terus memperkuat sinergi. Seperti pengetatan pengawasan transaksi bank, pemblokiran rekening mencurigakan, hingga kerja sama intelijen lintas negara kini diperketat guna membongkar jaringan sindikat kejahatan digital sampai ke akarnya. (IRMA)

Editor : Imron Arlado
perjudian daring Judi Online Indonesia judi online