Nama “Begaganlimo” baru muncul pada masa kolonial Belanda, tepatnya pasca berakhirnya Perang Diponegoro, sekitar tahun 1830-an. Nama “Begaganlimo” berasal dari penggabungan kata “Bhagawan” (Begawan) dan “Limo” (lima). Asal-usul nama ini yaitu karena keberadaan lima orang tokoh atau pejuang hebat yang pertama kali membuka lahan pemukiman (babad alas) di wilayah tersebut untuk bertahan hidup.
Baca Juga: LNK, Eksportir Krimer Nabati Indonesia yang Kini Hadir di 30 Negara
Di wilayah hutan dan aliran sungai desa ini masih sering ditemukannya struktur batuan kuno peninggalan era kerajaan kuno Jawa. Destinasi ini dikelilingi oleh hutan yang asri dan dialiri oleh air yang jernih dari sungai Sumber Welirang, dan dijadikan untuk spot favorit untuk foto maupun bermain air.
Wisata alam yang ada di Desa Begaganlimo yaitu bernama akar seribu. Destinasi wisata ini merupakan ikon utama Desa begaganlimo, wisata akar seribu menyuguhkan pohon raksasa kuno yang diperkirakan berumur lebih dari 150 tahun. Selain terkenal dengan wisata alamnya, desa ini juga terkenal sebagai salah satu daerah penghasil durian unggulan di Kabupaten Mojokerto. ANGGUN
Editor : Imron Arlado