Bukan Gaji Pokok, melainkan Tunjangan kini jadi Incaran Utama Para Pekerja

Imron Arlado • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 20:11 WIB
Tunjangan lebih besar dibanding Gaji Pokok (The Balance)
Tunjangan lebih besar dibanding Gaji Pokok (The Balance)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Fenomena pergeseran prioritas dalam mencari pekerjaan saat ini mengemuka di dunia kerja modern. Besarnya gaji pokok menjadi tolak ukur paling utama dalam mencari kerja jika dahulu.

Namun, kini hal tersebut menjadi bergeser. Tunjangan kesehatan, fleksibilitas kerja, hingga fasilitas penunjang gaya hidup dan keluarga justru menjadi magnet utama yang seringkali diincar.

Tren ini ternyata sudah diterapkan oleh banyak perusahaan dunia terkemuka. Contohnya seperti Netflix, Spotify, hingga Airbnb merombak strategi rekrutmen mereka dengan menawarkan cuti orang tua (melahirkan/mengasuh anak) yang fleksibel, cuti tahunan tanpa batas, hingga menginap tahunan di berbagai belahan dunia.

Tidak ketinggalan, Deloitte menyediakan program cuti satu bulan penuh (sabbatical) dengan alasan apa pun, sementara Genentech menghadirkan fasilitas praktis harian seperti spa dan klinik medis langsung di area kantor.

Baca Juga: Pengumuman Studi Amdal Pembangunan Kompleks Perkantoran Bupati Mojokerto

Strategi inovatif ini diambil bukan tanpa alasan, berdasarkan data industri menunjukkan bahwa mayoritas calon pekerja dari 57% hingga 81% kini menjadikan fleksibilitas, paket  kesejahteraan, dan fasilitas penunjang gaya hidup sebagai faktor penentu utama dalam menerima tawaran pekerjaan dibandingkan sekadar besaran gaji pokok.

Dengan pergeseran yang baru, karyawan merasa bahwa struktur tunjangan yang komprehensif memberikan rasa aman. Sebab bisa memotong pengeluaran rutin mereka. Sehingga langkah dari tunjangan yang ditonjolkan dibanding gaji pokok utama diharapkan bisa untuk meningkatkan daya saing perusahaan dalam mempertahankan talenta karyawan terbaik yang ada di industri. (IRMA)

Editor : Imron Arlado
tunjangan gaji Gaji Pokok