JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Saat ini di tengah maraknya perkembangan teknologi digital, Artificial Intelligence (AI) bukan hanya digunakan sebagai tempat untuk mencari sumber referensi terkini ataupun sumber informasi. Akan tetapi, sekarang ini semakin populer digunakan sebagai ruang curhat oleh Gen Z.
Dilansir dari riset Yayasan Digital Resiliense Indonesia (DiRI) pada 2026, menunjukkan 59,4% Gen Z di wilayah Indonesia sudah pernah mencurahkan persoalan pribadinya kepada AI dengan beragam pembahasan mulai dari masa depan, kisah asmara, kesehatan, hingga keluarganya.
Baca Juga: Apple iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Chip A20 Pro 2nm dan Face ID Bawah Layar
Peneliti (DiRI), Haris Fatwa menjelaskan bahwa di balik populernya Gen Z yang curhat kepada AI ia mengatakan bahwa Gen Z sebenarnya terliterasi dengan halusinasi AI, akan tetapi mereka tetap memilih chatbot sebagai ruang bercerita. Adanya fenomena ini tentu menunjukkan bahwa AI telah menjadi salah satu ruang untuk berbagi cerita, mengekspresikan emosi pengguna, hingga mampu menjadi teman yang nyaman bagi penggunanya tanpa rasa takut dihakimi.
Meskipun menawarkan suatu kenyamanan, tentunya fenomena ini juga dapat menimbulkan dampak yang cukup signifikan bagi penggunanya. Ketergantungan secara emosional yang dialami oleh pengguna ketika menggunakan AI sebagai ruang curhat dapat meningkatkan risiko kesepian hingga mampu mengurangi interaksi sosial secara perlahan. Tidak hanya itu, peneliti dari Center for Studies on Inclusive Education (CSIE) Ria Putri Palupijati menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap AI mampu membuat seseorang kehilangan jati dirinya ketika tidak menyadari bahwa mereka jiga memiliki batasan.
Dengan adanya fenomena populer ini, tentunya dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap AI, dari hanya sekadar kecerdasan buatan yang dimanfaatkan untuk mencari beragam sumber informasi serta referensi tetapi juga mampu digunakan sebagai ruang curhat yang cukup populer di kalangan Gen Z. Akan tetapi perlu diperhatikan juga mengenai dampak yang cukup serius jika digunakan tanpa adanya batasan. RISMA
Editor : Imron Arlado