Jumlah Korban Meninggal Dunia di Gempat NTT Terus Bertambah, Kini Tembus 105 Orang

Imron Arlado • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:32 WIB
Gempa M7,7 mengguncang NTT dan meninggalkan duka mendalam. Korban jiwa mencapai 105 orang, sementara ribuan warga masih membutuhkan bantuan dan perlindungan.
Gempa M7,7 mengguncang NTT dan meninggalkan duka mendalam. Korban jiwa mencapai 105 orang, sementara ribuan warga masih membutuhkan bantuan dan perlindungan.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) membawa dampak besar bagi masyarakat. Berdasarkan pembaruan data pada Rabu, 26 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 105 orang. Data tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan dan penanganan di lapangan.

Selain korban meninggal, sebanyak 1.678 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Gempa juga menyebabkan kerusakan pada puluhan ribu rumah serta berbagai fasilitas umum, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan bangunan pemerintahan.

Baca Juga: Rekaman Gempa Filipina Menggemparkan Internet, Begini Kondisi Terkini Wilayah Terdampak

Kerusakan rumah tercatat mencapai 81.436 unit. Dari jumlah tersebut, rumah yang mengalami kerusakan terdiri dari berbagai tingkat, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat dan roboh. Kondisi ini membuat banyak warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari lokasi yang lebih aman.

Jumlah warga yang mengungsi juga sangat besar. BNPB mencatat sekitar 179.037 orang masih berada di sejumlah titik pengungsian. Banyak warga memilih mengungsi karena kondisi rumah yang rusak dan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Baca Juga: Gempa Besar M 7,6 Guncang Sulawesi Utara, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami

Pemerintah bersama BNPB dan berbagai unsur terkait terus melakukan penanganan darurat. Prioritas utama meliputi evakuasi, pelayanan kesehatan, distribusi makanan dan air bersih, serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Luas wilayah terdampak dan kondisi geografis menjadi tantangan dalam mendistribusikan bantuan secara merata.

Presiden Prabowo Subianto juga meninjau langsung penanganan dampak gempa di Kabupaten Nagekeo pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan pemerintah terhadap masyarakat terdampak serta koordinasi penanganan bencana berjalan dengan baik.

Baca Juga: Gempa di Pacitan Terdapat Satu Korban, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa NTT menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tetap berhati-hati selama proses penanganan serta pemulihan berlangsung. Data korban dan kerusakan juga masih terus diperbarui oleh pihak berwenang.

FERDI

Editor : Imron Arlado
gempa bumi ntt gempa ntt gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) bencana alam