Gerhana Bulan 28 Agustus 2026 Nyaris Total, Tak Terlihat di Indonesia

Imron Arlado • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:57 WIB
Gerhana Bulan sebagian 28 Agustus 2026 akan menutupi hingga 96% cakram Bulan
Gerhana Bulan sebagian 28 Agustus 2026 akan menutupi hingga 96% cakram Bulan

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Fenomena gerhana bulan terjadi pada 28 Agustus 2026, sebagian dengan cakram Bulan tertutup bayangan umbra Bumi hingga 96%. Meski berstatus sebagian, kedalaman ini membuatnya tampak hampir seperti gerhana total.

Gerhana dimulai pada 27 Agustus malam waktu Amerika, berlanjut hingga dini hari 28 Agustus. Puncak gerhana terjadi pukul 00.12 EDT atau 11.12 WIB. Saat itu hampir seluruh permukaan Bulan akan tampak gelap dengan rona merah jingga khas fenomena Blood Moon.

Wilayah yang beruntung menyaksikan fenomena ini adalah Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Afrika, dan sebagian Asia Barat. Sementara itu, masyarakat Indonesia tidak dapat melihat langsung karena Bulan berada di bawah ufuk saat siang hari.

Baca Juga: Siswa Yayasan Permata Unjuk Kekompakan di Lomba Gerak Jalan Merah Putih

Meski tidak terlihat di Indonesia, publik masih bisa mengikuti fenomena ini melalui siaran langsung observatorium internasional. Lembaga astronomi dunia seperti NASA dan ESA biasanya menyiarkan gerhana secara daring.

Fenomena gerhana bulan selalu menarik perhatian karena selain aspek ilmiah, juga sarat makna budaya. Di banyak tradisi, gerhana bulan dianggap sebagai tanda perubahan besar atau momen refleksi spiritual.

Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi jatuh ke permukaan Bulan. Warna merah muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi, mirip dengan proses terjadinya senja.

Gerhana bulan 28 Agustus 2026 menjadi salah satu fenomena astronomi terbesar tahun ini. Meski tidak bisa disaksikan langsung dari Indonesia, masyarakat tetap dapat menikmati keindahannya melalui siaran digital, sekaligus menambah wawasan tentang fenomena astronomi. KALKY

Editor : Imron Arlado
gerhana bulan sebagian blood moon gerhana bulan fenomena astronomi