Tugu Biawak Wonosobo Viral, Ini Fakta Unik yang Bikin Penasaran

Imron Arlado • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:32 WIB
Tugu Biawak Wonosobo viral karena bentuknya yang super realistis! Simak fakta unik di balik patung yang bikin penasaran ini.
Tugu Biawak Wonosobo viral karena bentuknya yang super realistis! Simak fakta unik di balik patung yang bikin penasaran ini.

JAWA POS RADAR MOJOKERO - Tugu Biawak Wonosobo kembali menjadi perhatian setelah foto dan video patung tersebut ramai dibicarakan di media sosial. Bentuknya yang sangat realistis membuat banyak orang penasaran dan bahkan sempat mengira patung tersebut sebagai biawak sungguhan. Tugu ini berada di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. 

Patung Biawak Berukuran Besar 

Tugu yang dikenal sebagai Tugu Monumental Krasak Menyawak tersebut memiliki ukuran sekitar 7 meter. Patung menggambarkan seekor biawak yang berada di atas batu dengan posisi menghadap ke arah jalan. Karena detail bentuk dan pewarnaannya dibuat menyerupai hewan asli, tampilannya terlihat cukup nyata dari kejauhan.

Lokasinya berada di jalur nasional yang menghubungkan Wonosobo dan Banjarnegara. Keberadaan tugu tersebut kemudian menjadi salah satu ikon yang menarik perhatian masyarakat yang melintas di kawasan Desa Krasak.

Dibuat oleh Seniman Lokal 

Salah satu fakta menarik dari Tugu Biawak adalah sosok di balik pembuatannya. Patung tersebut merupakan karya seniman lokal Wonosobo bernama Rejo Arianto. 

Proses pengerjaannya berlangsung sekitar satu setengah bulan. Ide pembuatan tugu berasal dari Karang Taruna setempat yang ingin menghadirkan karya seni sekaligus mengangkat keberadaan biawak yang sejak dulu banyak dijumpai di wilayah Desa Krasak. 

Bukan Dibangun Menggunakan Dana Desa 

Sempat muncul anggapan bahwa pembangunan Tugu Biawak menggunakan dana desa. Namun, informasi tersebut telah diluruskan oleh Kepala Desa Krasak. 

Pembangunan tugu tidak menggunakan Dana Desa, melainkan mendapatkan dukungan melalui CSR yang disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga menyebut proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan BUMD dan dukungan terhadap inisiatif masyarakat. 

Biaya Pembuatan Jadi Perhatian 

Tugu Biawak juga menarik perhatian karena biaya pembuatannya disebut sekitar Rp50 juta dalam sejumlah pemberitaan. Angka tersebut membuat warganet semakin kagum karena hasil akhirnya terlihat sangat detail dan realistis. 

Meski demikian, informasi mengenai sumber pendanaan perlu dibedakan dari angka biaya yang beredar. Pemerintah desa telah menegaskan bahwa pembangunan tugu bukan berasal dari Dana Desa

Mengapa Tugu Biawak Bisa Viral? 

Ada beberapa alasan yang membuat tugu ini mudah menarik perhatian warganet. Pertama, bentuk patungnya yang realistis. Kedua, ukurannya yang besar dan lokasinya berada di jalur yang cukup ramai. Ketiga, tugu tersebut merupakan karya seniman lokal yang mengangkat unsur lingkungan dan identitas daerah. 

Foto dan video yang memperlihatkan patung dari berbagai sudut kemudian membuat masyarakat penasaran untuk melihatnya secara langsung. Tak sedikit orang yang menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat untuk berfoto.

Jadi Ikon Baru Desa Krasak 

Kehadiran Tugu Biawak menunjukkan bahwa sebuah karya seni lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi suatu daerah. Selain mempercantik lingkungan, patung tersebut juga membawa identitas Desa Krasak ke perhatian masyarakat yang lebih luas. 

Dengan bentuk yang unik dan tingkat kemiripan yang tinggi dengan biawak asli, tidak mengherankan jika Tugu Biawak Wonosobo terus membuat penasaran. Bagi masyarakat yang melintas di jalur Wonosobo-Banjarnegara, patung raksasa ini kini menjadi salah satu pemandangan yang sulit dilewatkan. 

FERDI

Editor : Imron Arlado
Tugu Biawak Wonosobo Tugu Biawak Monumen di Jawa Tengah Kabupaten Wonosobo