BMKG Prediksi Musim Hujan 2026 Lebih Intens, Jawa Timur Rawan Banjir

Imron Arlado • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:29 WIB
Musim hujan 2026 diprediksi lebih intens akibat La Nina.
Musim hujan 2026 diprediksi lebih intens akibat La Nina.

BMKG memprediksi musim hujan 2026 akan berlangsung lebih intens dibandingkan tahun sebelumnya, dengan puncak curah hujan terjadi pada November hingga Januari 2027. Jawa Timur, diperkirakan mengalami peningkatan debit air sungai dan potensi banjir di sejumlah wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan sejak September 2026. Intensitas hujan diperkirakan lebih tinggi akibat pengaruh fenomena La Niña.

Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada November 2026 hingga Januari 2027. Pada periode tersebut, curah hujan di Jawa Timur meningkat signifikan, sehingga masyarakat di daerah rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan.

BMKG menegaskan bahwa debit air sungai dan waduk akan naik, berpotensi menimbulkan banjir bandang di kawasan perkotaan maupun pedesaan. Pemerintah daerah diminta menyiapkan langkah mitigasi, termasuk normalisasi saluran air dan kesiapan posko darurat.

Baca Juga: Menikmati Senja dari Ketinggian, Landscape Cafe Suguhkan Panorama Alam Pacet

Sektor pertanian diperkirakan mendapat keuntungan dari musim hujan, terutama tanaman padi yang membutuhkan pasokan air melimpah. Namun, ancaman hama dan penyakit tanaman juga meningkat sehingga petani perlu melakukan pengendalian lebih intensif.

Selain banjir, risiko tanah longsor di daerah perbukitan seperti Pacet dan Trawas juga meningkat. BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berisiko di kawasan rawan longsor saat curah hujan tinggi.

Dari sisi kesehatan, musim hujan panjang berpotensi meningkatkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) akibat berkembangnya populasi nyamuk. Pemerintah mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan gerakan 3M.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga infrastruktur rumah dari kebocoran, serta mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan banjir dan longsor. Kesiapsiagaan bersama diharapkan mampu meminimalkan dampak musim hujan 2026.

Editor : Imron Arlado
musim hujan curah hujan tinggi la nina BMKG