Hormati Sejarah, Pelajar Kabupaten Mojokerto Sambangi para Veteran dan Pejuang Kemerdekaan

Indah Oceananda • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:46 WIB
Menolak lupa dengan sejarah bangsa, para pelajar di Kabupaten Mojokerto berpartisipasi dalam gerakan "Murid Menjemput Sejarah" dengan mengunjungi para Veteran dan Keluarga pejuang kemerdekaan.
Menolak lupa dengan sejarah bangsa, para pelajar di Kabupaten Mojokerto berpartisipasi dalam gerakan "Murid Menjemput Sejarah" dengan mengunjungi para Veteran dan Keluarga pejuang kemerdekaan.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gerakan inspiratif "Murid Menjemput Sejarah: 81 Tahun Indonesia Merdeka" yang digagas Dinas Pendidikan Jawa Timur disambut antusias sekolah-sekolah di wilayah Mojokerto Raya. Ratusan pelajar SMA, SMK, dan SLB di Kota dan Kabupaten Mojokerto secara langsung menyambangi rumah veteran dan keluarga pejuang kemerdekaan pada 12-16 Agustus 2026.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto, Pinky Hidayati mengatakan, kegiatan ini menjadi cara paling efektif untuk menanamkan pendidikan karakter dan semangat nasionalisme kepada peserta didik. 

Baca Juga: Pesona Ranu Manduro: Sabana Hijau dengan Latar Gunung Penanggungan dan Welirang

"Kami di Mojokerto Raya sangat mendukung gerakan ini. Anak-anak tidak hanya belajar sejarah dari buku, tapi benar-benar bertemu, berjabat tangan, dan mendengar kisah langsung dari para veteran. Ini pendidikan karakter yang hidup," ujar Pinky.

Pinky menyebut, seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kota dan Kabupaten Mojokerto telah melaksanakan anjangsana ke rumah veteran di wilayahnya masing-masing. Setiap sekolah diwajibkan mengunjungi minimal satu veteran atau keluarga pejuang. 

"Mereka datang membawa bingkisan, tapi yang jauh lebih penting adalah membawa rasa hormat dan kepedulian. Para murid duduk bersama, mendengarkan, lalu mendokumentasikan pesan kemerdekaan dari para pejuang dalam bentuk video atau tulisan tangan," jelasnya.

Menurut Pinky, semangat yang ingin ditanamkan adalah bahwa mengisi kemerdekaan saat ini bukan lagi dengan senjata, melainkan lewat prestasi dan kontribusi. 

"Kami ingin menanamkan kepada anak-anak Mojokerto bahwa meneruskan perjuangan itu dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, menjaga persatuan, dan peduli sesama. Itulah cara anak-anak sekarang mengisi kemerdekaan," tegasnya.

Salah satu sekolah yang aktif dalam gerakan ini adalah SMKN 1 Jetis. Para murid bersama guru mendatangi kediaman dua veteran di Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. 

Kedua veteran tersebut adala Sertu CPM Purn. Parsono dan Serma Purn. Ahdwi Tunggul Bawono. Dalam pertemuan yang penuh haru itu, para pelajar mendengar langsung pesan dari para pejuang. Bapak Parsono berpesan kepada generasi muda untuk menjaga kesehatan dan menjunjung tinggi kejujuran. 

"Masa muda jaga kesehatan, jangan merokok. Dan yang paling penting, utamakan kejujuran," pesan Parsono.

Sementara itu, Ahdwi Tunggul Bawono menitipkan pesan tentang akhlak dan semangat belajar. "Jaga akhlak. Kemudian, menuntut ilmu dan pelajari ilmu dengan baik," ujarnya.

Baca Juga: MASSAL Mojokerto, Cafe Industrial dengan Area Luas untuk Nongkrong Sore hingga Malam

Pinky mengapresiasi inisiatif SMKN 1 Jetis dan sekolah lainnya. Menurutnya, pesan-pesan seperti inilah yang tidak bisa didapat di ruang kelas. "Kalau buku mengajarkan tanggal dan nama, maka para veteran ini mengajarkan tentang harga kemerdekaan. Harapan kami, sepulang dari rumah veteran, anak-anak membawa pulang semangat pantang menyerah dan tanggung jawab untuk memajukan bangsa lewat pendidikan," pungkasnya. 

Gerakan "Murid Menjemput Sejarah" ini merupakan bagian dari visi Dindik Jatim "Jatim Cerdas, Pendidikan Berdampak" untuk memastikan pendidikan tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian sosial peserta didik. (oce)

Editor : Imron Arlado
gerakan murid menjemput sejarah sejarah kemerdekaan pejuang kemerdekaan veteran pelajar mojokerto