MOJOKERTO - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto membentuk tim relawan guna membantu kelancaran dan kesuksesan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang.
Sedianya, jumlah relawan yang akan dikerahkan dalam membantu panitia lokal (panlok) muktamar tersebut diperkirakan mencapai 500-1.000 Nahdliyin per hari.
Di samping sebagai bentuk khidmah, kehadiran Nahdliyin dari bumi Majapahit ini diharapkan dapat berperan sebagai relawan kebersihan sekaligus menyemarakkan pelaksanaan muktamar yang berlangsung selama lima hari, 27-31 Agustus 2026 mendatang.
Sebagai langkah turut menyukseskan forum permusyawaratan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia lima tahunan ini, PCNU Kabupaten Mojokerto membentuk organizing committee (OC) relawan yang diketuai Khoirul Amin.
Jumat (14/8) lalu, digelar rapat koordinasi (rakor) melibatkan PCNU dan 18 pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di kantor PCNU Kabupaten Mojokerto, Jalan RA Basuni, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
“Kami meminta semua MWCNU, dimohon untuk hadir dalam Muktamar NU pada 27-31 Agustus di PPBU. Tentunya, tetap terorganisir dan selanjutnya akan dijadwalkan,” ungkap Ketua OC Relawan Muktamar PCNU Kabupaten Mojokerto Khoirul Amin.
Ia menuturkan, instruksi pengerahan Nahdliyin dari masing-masing MWCNU tersebut menyentuh semua potensi kader di tingkat MWCNU, Pengurus Ranting (PR), hingga Pengurus Anak Ranting (PAR).
“Karenanya, kami minta MWCNU untuk mengerahkan jemaah dan mengonfirmasi ke kami (panitia relawan) terkait jumlah warga Nahdliyin yang hadir di masing-masing MWCNU,” imbuh anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi Partai NasDem ini.
Kendati baru tahap koordinasi, namun Khoirul Amin memperkirakan, jumlah Nahdliyin yang dikerahkan ke lokasi muktamar melalui MWCNU nantinya menyentuh 500-1.000 orang per hari.
“Estimasi per hari bisa sampai 500 jemaah, belum nanti saat pembukaan dan penutupan ya, bisa sampai 1.000 orang. Karena nanti di pembukaan dan penutupan itu kan luar biasa antusiasmenya,” urainya.
Dengan demikian, mengingat potensi Nahdliyin yang cukup tinggi ini, dalam waktu dekat pihaknya akan menyusun jadwal pembagian pengerahan jemaah melalui skema dapil (daerah pemilihan).
“Skema dapil ini untuk mempermudah saja. Menyesuaikan lima hari pelakanaan muktamar. Sehingga bisa terorganisir dengan baik,” paparnya.
Skema pembagian dapil rrsebut terbagi atas dapil 1: MWCNU Ngoro, Pungging, dan Mojosari. Dapil 2: MWCNU Jatirejo, Gondang, Pacet, dan Trawas. Dapil 3: ada MWCNU Puri, Trowulan, dan Sooko.
Dapil 4: MWCNU Gedeg, Kemlagi, Jetis, dan Dawarblandong. Serta dapil 5: di dalamnya meliputi MWCNU Kutorejo, Dlanggu, Bangsal, dan Mojoanyar.
Sehingga, sebelum mendekati pelaksanaan muktamar, PCNU mengimbau agar semua MWCNU segera melakukan pendataan terkait jumlah Nahdliyin, waktu kehadiran, dan teknis keberangkatan ke PPBU Tambakberas, Jombang.
Menyusul, lanjut Khoirul Amin, konfirmasi kehadiran tersebut dinilai cukup penting dalam mengorganisir, memudahkan pendataan, membagi peran dan tugas relawan, serta mempersiapkan kebutuhan konsumsi para relawan.
“Ketika sudah terkonfirmasi jumlah, maka kita siapkan konsumsinya agar tertata dengan rapi,” tandasnya.
Sementara itu, disinggung perihal peran ribuan Nahdliyin di bawah naungan PCNU Kabupaten Mojokerto selama di PPBU Tambakberas, ia menegaskan, PCNU tetap akan berkoordinasi dengan panlok muktamar.
Salah satunya menempatkan para relawan dalam membantu divisi kebersihan di bawah naungan Carbon Warriors, bentukan panlok muktamar. Yang mana, di dalamnya melibatkan 700 santri dari berbagai ribath di lingkungan PPBU.
“Kami diberitahu oleh panlok, kami nanti juga akan ada panitia kebersihan,” jelasnya.
Tugasnya, lanjut Khoirul Amin, membersihkan sisa-sisa makanan dan pontensi penumpukan sampah di berbagai titik lokasi muktamar.
Dari situ, PCNU tinggal menyiapkan berapa jumlah personel yang dibutuhkan dan disebar ke titik lokasi untuk mengawal divisi kebersihan.
“Ada petugas yang selalu mengambil sisa-sisa makanan dan sampah, kami akan menyiapkan panitia itu. Sehingga panlok merasa terbantu,” pungkasnya. (ris)
Editor : Moch. CharirisSumber : Jawa Pos Radar Mojokerto