JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Tren kuliner kembali kedatangan rasa baru. Setelah matcha ramai digunakan dalam berbagai minuman dan dessert, kini ube mulai naik daun dan semakin banyak digunakan dalam kreasi makanan maupun minuman kekinian.
Ube dikenal dengan warna ungunya yang mencolok. Bahan ini banyak digunakan dalam kuliner Filipina dan mulai populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Olahannya pun semakin beragam, mulai dari es krim, cake, roti, puding, latte, hingga aneka dessert.
Baca Juga: 10 Makanan yang Membantu Menjaga Sistem Imun Tubuh Tetap Sehat
Namun, di tengah popularitas tersebut, masih banyak yang salah mengira ube sebagai ubi ungu. Padahal, keduanya merupakan tanaman yang berbeda.
Ube berasal dari jenis umbi Dioscorea alata yang di Indonesia dikenal dengan nama uwi. Salah satu varietasnya adalah uwi wulung yang memiliki daging berwarna ungu pekat. Sementara itu, ubi ungu yang umum dikenal masyarakat Indonesia merupakan jenis ubi jalar atau Ipomoea batatas. Perbedaan tersebut membuat ube dan ubi ungu sebenarnya bukan berasal dari tanaman yang sama.
Dari segi rasa, ube memiliki karakter manis dan gurih yang lembut dengan aroma khas. Teksturnya juga dapat menjadi lembut dan creamy ketika diolah sehingga cocok digunakan sebagai bahan dessert.
Karena itu, tidak heran jika ube kini mulai hadir dalam berbagai menu kekinian. Bahkan, ube tidak hanya dipadukan dengan susu atau vanila, tetapi juga mulai dikombinasikan dengan kopi, cokelat, hingga matcha.
Baca Juga: Gelora A. Yani Mojokerto, Stadion Luas untuk Beragam Aktivitas Olahraga
Menariknya, tren ube justru membuat salah satu pangan tradisional Indonesia kembali mendapat perhatian. Namun lebih dikenal dengan nama Uwi
Uwi sudah lama dikenal di berbagai daerah dengan nama dan varietas yang beragam. Salah satunya uwi wulung yang memiliki warna ungu dan secara jenis termasuk Dioscorea alata, sama dengan bahan yang dikenal sebagai ube.
Tren ini pun membuat masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenal kembali perbedaan antara ube, uwi, dan ubi ungu yang selama ini kerap dianggap sama hanya karena memiliki warna serupa.YOLANDA
Editor : Imron Arlado