Sinopsis Rumah Singgah: Kisah Haru Seorang Atlet yang Memilih Merayakan Sisa Waktunya

Imron Arlado • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 20:23 WIB
Bukan sekadar tentang kesedihan akibat penyakit yang diderita, film Rumah Singgah mengajak kita merayakan arti hidup dan persahabatan di tengah keterbatasan.
Bukan sekadar tentang kesedihan akibat penyakit yang diderita, film Rumah Singgah mengajak kita merayakan arti hidup dan persahabatan di tengah keterbatasan.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan sebuah karya film drama keluarga yang menyentuh hati berjudul "Rumah Singgah". Film ini disutradarai Dyan Sunu Prastowo dan diproduksi oleh rumah produksi SENARA bersama Mandela Pictures dan Limelight Pictures. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 27 Agustus 2026.

Film ini dibintangi oleh Adhisty Zara sebagai Karla, Devano Danendra sebagai Luki, Ciccio Manassero sebagai Toni, Messi Gusti sebagai Pika, Aming sebagai Mang Didu, Dewi Irawan sebagai Bu Andin, Marthino Lio sebagai Mas Pras, dan Alex Abbad.

Baca Juga: Jalan Rusak di Pacet Mojokerto Akhirnya Disentuh Perbaikan

Diangkat berdasarkan kisah nyata para pejuang kanker, film ini merangkum pengalaman hidup tentang harapan, perjuangan, dan arti tentang kebersamaan.

Film ini mengikuti kisah Karla, seorang atlet lari muda yang sangat berbakat. Bagi seorang pelari, lintasan adalah dunianya. Namun, seluruh mimpi dan masa depan Karla seketika runtuh saat dokter memvonis bahwa ia mengidap osteosarcoma (kanker tulang). Kenyataan pahit ini memaksa Karla untuk berhenti berlari.

Baca Juga: Kemajuan Perdagangan Era Majapahit, Alami Pendangkalan, Kapal Sulit Bersandar

Guna menjalani perawatan medis, Karla akhirnya memilih tinggal di sebuah tempat bernama Rumah Singgah yang dikelola oleh Bu Andin. Di tempat tersebut Karla bertemu dengan Luki, Toni, dan Pika. Perlahan, keempatnya mulai membangun persahabatan dan saling berjanji untuk membantu mewujudkan keinginan terakhir masing-masing sebelum waktu mereka habis.

Film ini tidak hanya menceritakan kesedihan akibat penyakit, melainkan tentang merayakan hidup di tengah keterbatasan. Rumah Singgah mengajak penonton untuk berpikir sejenak jika waktu hidup yang tersisa tidak banyak, apakah akan terus mengejar ketakutan atau justru menciptakan sebanyak mungkin alasan untuk bahagia. FIRLY 

Editor : Imron Arlado
Rumah Singgah Dyan Sunu Prastowo kisah nyata film keluarga penderita kanker