JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Harga emas Antam pada Senin, 27 Juli 2026, kembali mencatat kenaikan signifikan. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp10.000 per gram menjadi Rp2.622.000. Sementara harga buyback ikut menguat Rp18.000 ke posisi Rp2.370.000 per gram. Pergerakan ini menunjukkan tren positif yang konsisten sejak pekan lalu.
Kenaikan harga emas Antam sejalan dengan penguatan harga emas dunia. Investor global tengah menaruh perhatian pada kebijakan moneter The Federal Reserve yang diperkirakan menahan suku bunga, sehingga mendorong minat terhadap aset safe haven seperti emas. Kondisi ini memberi dampak langsung pada pasar domestik.
Selain faktor eksternal, permintaan emas dalam negeri juga berperan penting. Menjelang kuartal ketiga, kebutuhan masyarakat terhadap logam mulia meningkat, baik untuk investasi maupun perhiasan. Momentum ini memperkuat harga jual di pasar ritel.
Rincian harga emas Antam per pecahan menunjukkan tren serupa. Untuk pecahan 0,5 gram dijual Rp1.361.000, sedangkan pecahan 5 gram dibanderol Rp12.885.000. Pecahan terbesar, yakni 1 kilogram, kini mencapai Rp2.562.600.000. Kenaikan ini menegaskan bahwa seluruh ukuran emas batangan mengalami penyesuaian harga.
Pembelian emas Antam dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemilik NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP. Sementara penjualan kembali (buyback) di atas Rp10 juta dikenakan pajak 1,5% untuk pemilik NPWP dan 3% bagi non-NPWP. Ketentuan ini perlu diperhatikan investor sebelum melakukan transaksi.
Kenaikan harga buyback sebesar Rp18.000 per gram memberi keuntungan bagi penjual emas. Namun, investor tetap harus memperhitungkan potongan pajak agar tidak salah kalkulasi. Di sisi lain, pembeli emas melihat momentum ini sebagai bukti bahwa emas masih menjadi instrumen investasi yang stabil.
Baca Juga: Puluhan Pengembang di Kabupaten Mojokerto Mendadak Menghilang
Tren penguatan emas Antam mencerminkan kondisi pasar global yang penuh ketidakpastian. Inflasi, geopolitik, dan kebijakan moneter menjadi faktor utama yang mendorong harga. Emas kembali menegaskan posisinya sebagai safe haven di tengah gejolak ekonomi.
Emas Antam semakin memperlihatkan daya tariknya bagi investor jangka panjang. Meski harga tinggi, logam mulia tetap dianggap sebagai aset yang aman dan likuid. Pasar domestik pun menunjukkan optimisme, sejalan dengan tren global yang mendukung penguatan harga emas.
KALKY
Editor : Imron Arlado