JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Penipuan berkedok rekrutmen kerja kembali marak menyasar masyarakat, terutama para pencari kerja. Pelaku memanfaatkan kebutuhan korban akan pekerjaan dengan mengaku sebagai staf Human Resources Development (HRD) dari perusahaan ternama dan menawarkan kesempatan kerja yang menggiurkan.
Belakangan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga beberapa kali mengingatkan masyarakat mengenai beredarnya informasi lowongan kerja palsu yang mengatasnamakan berbagai perusahaan maupun instansi.
Modus tersebut umumnya disebarkan melalui WhatsApp, Telegram, media sosial, hingga situs yang tidak resmi.
Baca Juga: Waspadai Vape hingga Permen Narkoba
Korban biasanya dihubungi secara langsung dan diberi kabar bahwa mereka lolos seleksi kerja. Setelah itu, pelaku mulai meminta data pribadi, mengirim tautan mencurigakan, bahkan meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.
Beberapa ciri rekrutmen kerja palsu yang perlu diwaspadai antara lain:
- Pelamar diminta membayar biaya administrasi, pelatihan, atau Tes Kesehatan.
- Undangan wawancara dikirim melalui nomor pribadi tanpa identitas perusahaan yang jelas.
- Pelaku mengarahkan korban mengunduh aplikasi atau file APK dari tautan yang tidak resmi.
- Email pengirim menggunakan layanan gratis, bukan domain resmi perusahaan.
- Gaji dan fasilitas yang ditawarkan terlalu tinggi tanpa proses seleksi yang jelas.
Padahal, perusahaan yang terpercaya tidak pernah meminta pelamar membayar biaya apa pun selama proses rekrutmen. Masyarakat juga diimbau tidak mudah memberikan data pribadi, seperti KTP, rekening bank, maupun kode OTP kepada pihak yang belum dipastikan keasliannya.
Baca Juga: Wiwit Haryono, Membangun Masa Depan dari Lereng Gunung
Sebelum melamar pekerjaan, pencari kerja sebaiknya melakukan beberapa langkah berikut:
- Pastikan lowongan tersedia di situs resmi atau akun media sosial resmi perusahaan.
- Periksa alamat email dan nomor kontak yang digunakan perekrut.
- Cari informasi mengenai proses rekrutmen melalui kanal resmi perusahaan.
- Jangan mengklik tautan atau mengunduh file dari sumber yang tidak dikenal.
- Segera laporkan jika menemukan indikasi penipuan kepada perusahaan terkait atau pihak berwenang.
Maraknya modus rekrutmen kerja palsu menjadi pengingat bahwa kewaspadaan harus selalu diutamakan. Dengan memverifikasi setiap informasi yang diterima dan tidak mudah tergiur iming-iming pekerjaan bergaji besar, masyarakat dapat terhindar dari berbagai bentuk penipuan digital.YOLANDA
Editor : Imron Arlado