Penipu Kini Menyamar Jadi HRD, Kenali Modus Rekrutmen Kerja Palsu agar Tak Jadi Korban

Imron Arlado • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 19:06 WIB
Penipuan berkedok rekrutmen kerja yang dilakukan dengan mengatasnamakan perusahaan melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan untuk menipu pencari kerja.
Penipuan berkedok rekrutmen kerja yang dilakukan dengan mengatasnamakan perusahaan melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan untuk menipu pencari kerja.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Penipuan berkedok rekrutmen kerja kembali marak menyasar masyarakat, terutama para pencari kerja. Pelaku memanfaatkan kebutuhan korban akan pekerjaan dengan mengaku sebagai staf Human Resources Development (HRD) dari perusahaan ternama dan menawarkan kesempatan kerja yang menggiurkan.

Belakangan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga beberapa kali mengingatkan masyarakat mengenai beredarnya informasi lowongan kerja palsu yang mengatasnamakan berbagai perusahaan maupun instansi.

Modus tersebut umumnya disebarkan melalui WhatsApp, Telegram, media sosial, hingga situs yang tidak resmi.

Baca Juga: Waspadai Vape hingga Permen Narkoba

Korban biasanya dihubungi secara langsung dan diberi kabar bahwa mereka lolos seleksi kerja. Setelah itu, pelaku mulai meminta data pribadi, mengirim tautan mencurigakan, bahkan meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.

Beberapa ciri rekrutmen kerja palsu yang perlu diwaspadai antara lain:

Padahal, perusahaan yang terpercaya tidak pernah meminta pelamar membayar biaya apa pun selama proses rekrutmen. Masyarakat juga diimbau tidak mudah memberikan data pribadi, seperti KTP, rekening bank, maupun kode OTP kepada pihak yang belum dipastikan keasliannya.

Baca Juga: Wiwit Haryono, Membangun Masa Depan dari Lereng Gunung

Sebelum melamar pekerjaan, pencari kerja sebaiknya melakukan beberapa langkah berikut:

Maraknya modus rekrutmen kerja palsu menjadi pengingat bahwa kewaspadaan harus selalu diutamakan. Dengan memverifikasi setiap informasi yang diterima dan tidak mudah tergiur iming-iming pekerjaan bergaji besar, masyarakat dapat terhindar dari berbagai bentuk penipuan digital.YOLANDA

Editor : Imron Arlado
Lowongan Palsu HRD Palsu lowongan pekerjaan penipuan online modus penipuan