JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Hari Anak Nasional (HAN) 2026 diperingati pada Kamis, 23 Juli 2026 dengan tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa anak adalah aset bangsa yang harus dijaga haknya, dilindungi dari segala bentuk kekerasan, serta diberi ruang tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat.
Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menekankan bahwa anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang berhak menyuarakan pendapatnya. Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan bahwa suara anak harus didengar, karena mereka adalah generasi penerus yang akan menentukan arah bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan masih ada tantangan besar dalam pemenuhan hak anak. Dari 31 juta anak usia dini, sekitar 10,67% belum memiliki akta kelahiran, dan hanya 34,15% yang pernah atau sedang mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD). Kondisi ini menegaskan perlunya perhatian serius terhadap akses pendidikan dan administrasi kependudukan.
Baca Juga: Dukung Kesuksesan Muktamar NU di Tambakberas, PCNU Kabupaten Mojokerto Siapkan 18 Mobil Anyar Gress
Rangkaian kegiatan HAN 2026 digelar di berbagai daerah, mulai dari upacara bendera di sekolah, kampanye Bulan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN), hingga gerakan nasional Ramah Aman Nyaman Anak (RANA). Selain itu, kegiatan Jelajah SAPA juga dilaksanakan untuk mendengar langsung aspirasi anak, sehingga kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
Makna peringatan HAN tahun ini menekankan tiga hal utama: Sayang Anak berarti menghargai dan memberikan pengasuhan positif; Lindungi berarti menjamin anak bebas dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi; serta Bangun Masa Depan berarti memastikan anak tumbuh sehat, berpendidikan, dan siap menghadapi tantangan global.
Dengan semangat Hari Anak Nasional, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi menciptakan lingkungan yang ramah anak. Perlindungan dan pemenuhan hak anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga, sekolah, dan komunitas. HAN 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa bergantung pada bagaimana kita memperlakukan anak hari ini.
KALKY
Editor : Imron Arlado