JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Museum Trowulan adalah museum arkeologi yang dibangun untuk menyimpan berbagai artefak dan temuan yang ditemukan di daerah Trowulan. Tempat ini kebanyakan menyimpan berbagai temuan terkait dengan sejarah kerajaan Majapahit.
Selain menyimpan koleksi temuan sejarah kerajaan Majapahit, di museum ini juga terdapat berbagai barang temuan yang berasal dari masa kerajaan Kahuripan, kerajaan Kadiri, dan kerajaan Singasari.
Tujuan awal dibangunnya museum Trowulan adalah untuk mencegah penjarahan dan pencurian dari situs Trowulan. Bentuk awal dari museum ini adalah gudang penyimpanan sederhana lalu berkembang menjadi Museum Trowulan.
Museum Trowulan di bangun oleh seorang arsitek Belanda, Henri Maclaine Pont dan peran Bupati Mojokerto, Kanjeng Adipati Ario Kromodjojo Adinegoro.
Di museum ini menyimpan benda benda artefak. Seperti benda yang terbuat dari logam yaitu surya majapahit, pedang, mata uang kuno dan alat lainnya. Benda yang terbuat dari tanah liat seperti arca, patung manusia atau hewan, dan alat rumah tangga. Benda yang terbuat dari batu yaitu arca Dewa, prasasti, dan relief candi. Lalu juga ada koleksi keramik asing berupa guci, mangkuk dan piring yang berasal dari dinasti Cina, Thailand, dan Vietnam.
Baca Juga: DPRKP2 Mojokerto Khawatir Terjerat Pasal, Enggan Terima Aset dari Pengembang
Museum Trowulan terletak di Jl. Pendopo Agung, Ngelinguk, Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Museum ini berada persis di sisi barat dari Kolam Segaran yaitu salah satu arkeologi di Majapahit.
Harga tiket masuk museum ini untuk anak-anak adalah Rp 4.000 dan untuk dewasa Rp 7.000. Museum ini buka mulai Selasa sampai Minggu. Tutup di Senin dan Libur Nasional, dengan jam buka dari 08.30-15.30 WIB. FIRLY
Editor : Imron Arlado