JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Candi Tikus adalah Candi peninggalan dari kerajaan bercorak Hindu yang terletak di Dusun Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Nama 'Tikus' di Candi ini berasal dari sebutan masyarakat setempat. Karena pada saat ditemukan Candi ini merupakan sarang tikus.
Candi ini telah terkubur di dalam tanah, lalu ditemukan kembali pada 1914. Penggalian situs dilakukan berdasarkan laporan bupati Mojokerto, R.A.A. Kromojoyo Adinegoro, tentang ditemukannya miniatur candi di sebuah pekuburan rakyat.
Baca Juga: Harga iPhone 15 Naik: Varian 128 GB Tembus Rp 14,499 Juta
Saat ini belum diperkirakan pasti tentang kapan Candi ini dibangun. Tapi dengan adanya miniatur menara Candi ini diperkirakan dibangun antara abad ke-13 sampai ke-14 M, karena miniatur menara merupakan ciri arsitektur pada masa itu.
Candi ini dibangun menggunakan dua jenis batu bata dengan ukuran yang berbeda. Kaki Candi di susun dengan batu merah berukuran besar dan ditutup dengan batu merah dengan ukuran lebih kecil. Selain bangunan kaki Candi, pancuran air yang berada di Candi ini terdapat dua jenis berbeda, yaitu yang terbuat dari bata dan terbuat dari batu andesit.
Perbedaan bahan bangunan yang digunakan menimbulkan dugaan bahwa Candi ini dibangun secara bertahap. Walaupun demikian, tidak diketahui secara pasti kapan pembangunan tahap tersebut dilakukan.
Candi tikus buka setiap hari, dengan jam buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Dengan harga tiket masuk yang terjangkau, yaitu Rp 3.000 per orang.
Baca Juga: Xiaomi Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Intip Spesifikasi dan Harga Terbarunya
Bagi para pengunjung yang pertama kali berkunjung ke Candi Tikus, tersedia fasilitas pusat informasi untuk mencari tau segala informasi lengkap mengenai sejarah Candi Tikus.
Jika ingin membawa pulang oleh-oleh ataupun souvenir khas, di Candi Tikus juga menyediakan toko oleh-oleh yang menyediakan berbagai pernak-pernik seperti miniatur candi, dan kerajinan tangan. FIRLY
Editor : Imron Arlado