KABUPATEN – Setelah menuntaskan seluruh rangkaian rukun dan wajib haji, ribuan jemaah haji Kabupaten Mojokerto segera meninggalkan Kota Makkah. Mulai malam ini WAS (Waktu Arab Saudi), jemaah haji yang tergabung dalam kloter 64, 65, dan 66 akan bergeser menuju Madinah. Perpindahan mereka ke Madinah untuk melaksanakan ibadah sunah Arbain. Sekaligus berwisata sejarah sebagai penutup seluruh rangkaian ibadah haji musim 2026 dan kembali ke tanah air yang dijadwalkan tiba 17 Juni nanti.
’’Jemaah haji akan didorong ke Madinah mulai besok Senin (8/6) pukul 17.00 WAS,’’ ujar petugas haji dari Kemenhaj Kabupaten Mojokerto Khudori, kemarin (7/6). Namun, sebelum bertolak ke Madinah, ribuan jemaah haji menjalankan tawaf wada atau tawaf perpisahan di Masjidilharam, kemarin (7/6) WAS. Dipandu masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), ribuan jemaah tampak sedih karena harus meninggalkan Kota Makkah.
Baca Juga: Innova Crysta Diesel: Efisiensi Bahan Bakar Maksimal
Proses perpindahan sendiri akan diawali 373 jemaah yang tergabung di kloter 64 Embarkasi Surabaya (SUB). Disusul 374 jemaah kloter 65 dan 375 jemaah di kloter 66 yang dijadwalkan memasuki kawasan Madinah pada Selasa (9/6) WAS. ’’Jemaah haji saat ini (kemarin, Red) sedang berkemas merapikan barang bawaan dan sebagian yang lain berangkat ke Masjidilharam untuk melaksanakan tawaf wada,’’ imbuhnya.
Sementara itu, jumlah jemaah haji Kabupaten Mojokerto dipastikan berkurang setelah satu jemaah dinyatakan meninggal dunia, dan satu lagi tanazul atau pulang lebih cepat karena ada tugas dinas. Jemaah yang wafat atas nama Siti Rukhanah, Dusun Klagen, Desa Tawar Kecamatan Gondang. Almarhumah mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit King Faisal Makkah, Sabtu (6/6) pukul 14.00 WAS.
Baca Juga: Motor Listrik Makin Ramai di Jalanan, Begini Respons Masyarakat terhadap Tren Baru Ini
Meski didampingi dua anak dan satu menantu, namun jemaah dari KBIHU As Syarif ini tak bisa diselamatkan dari penyakit komplikasi kanker. ’’Sejak awal keberangkatan almarhumah telah dinyatakan risiko tinggi (risti). Sempat cuci darah karena penyakitnya telah menyebar hingga menyerang ginjal. Almarhumah dimakamkan di Sharai Al Qodim, Makkah,’’ tambahnya.
Sedangkan jemaah yang tanazul atas nama Erna Wahyuni Afifatin Waqfiroh yang bergabung ke kloter 36 SUB. Kepulangan Erna karena urusan kedinasan, sehingga harus mengajukan kepulangan lebih cepat, Kamis (10/6). ’’Bu Erna ada urusan tugas dinas sehingga harus tanazul bergabung ke rombongan haji asal Lamongan,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Imron Arlado