KOTA – Perangkat early warning system (EWS) di Sungai Sadar, Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto sudah setahun lebih tak berfungsi. Pemkot menyebut perbaikan alat peringatan dini bencana banjir tersebut akan menjadi prioritas tahun ini.
”Tahun ini menjadi prioritas kami untuk peningkatan sarpras BPBD,” kata Kepala BPBD Kota Mojokerto Ganesh Kresnawan, Minggu (7/6).
Baca Juga: Dua Titik Penjemputan Trans Jatim di Mojosari Ditiadakan
Menurutnya, keberadaan perangkat deteksi dini banjir itu menjadi salah satu indikator pengukuran kapasitas dalam menanggulangi bencana. Karena itu, perbaikan EWS menjadi langkah untuk memitigasi bencana sekaligus memperbaiki indeks ketahanan daerah (IKD) Kota Mojokerto meningkat. ”Guna meningkatkan indeks ketahanan daerah,” imbuhnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, EWS banjir di Lingkungan Miji Baru, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, itu kini kondisinya tak terawat. Perangkat yang berada di tanggul Sungai Sadar sebelah timur persimpangan Jalan Pahlawan tersebut nyaris tertutup tanaman liar. Perangkat tersebut dipasang pemkot pada 2023 silam. Namun, setidaknya sejak awal tahun lalu sudah tidak berfungsi lagi. ”Sampai sekarang belum diperbaiki karena tidak ada anggarannya,” ucap salah satu personel kebencanaan di Kota Mojokerto, Minggu (7/6).
Seperti diberitakan sebelumnya, EWS banjir milik Pemkot Mojokerto di Tropodo mangkrak. Sensor pendeteksi level air yang tertanam di sungai dalam kondisi mati sehingga perangkat yang berfungsi mengirim sinyal peringatan dini potensi banjir tersebut tak berfungsi. ”Paket data untuk mengirim data dari EWS ke HP juga tidak pernah diisi,” tutur salah seorang mantan personel Satuan Pelaksana Penanganan Bencana (Satlak PB) Satpol PP Kota Mojokerto. Sebelum BPBD Kota Mojokerto terbentuk pada September 2025, urusan kebencanaan ditangani satpol PP melalui satlak PB.
EWS ini merupakan satu-satunya alat pendeteksi banjir milik pemkot. Kini, informasi ketinggian debit air di Sungai Sadar hanya mengandalkan EWS banjir milik BPBD Provinsi Jatim yang dipasang di kawasan Jalan Bali, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, sejak Desember tahun lalu. (adi/ris)
Editor : Imron Arlado