Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

IHSG Anjlok ke 5.839, Investor Asing Tetap Borong Saham Pertambangan

Imron Arlado • Minggu, 7 Juni 2026 | 17:17 WIB
Pasar saham Indonesia awal Juni 2026 masih penuh tekanan. IHSG melemah, asing jual Rp61,36T, tapi saham unggulan tetap jadi incaran.
Pasar saham Indonesia awal Juni 2026 masih penuh tekanan. IHSG melemah, asing jual Rp61,36T, tapi saham unggulan tetap jadi incaran.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pasar saham Indonesia pada pekan pertama Juni 2026 masih menunjukkan gejolak signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tertekan hingga ke level 5.839 pada 4 Juni, mencatat penurunan 1,7% dalam sehari. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan jual asing masih mendominasi pergerakan bursa.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp3,73 triliun pada akhir pekan. Sejak awal tahun, akumulasi penjualan asing sudah mencapai Rp61,36 triliun. Angka ini menunjukkan tren pelepasan saham oleh investor global yang cukup konsisten sepanjang 2026.

Meski demikian, sejumlah saham unggulan tetap menjadi incaran asing. Saham ANTM, CUAN, AMRT, ADRO, dan AMMN diborong dengan nilai pembelian ratusan miliar rupiah. Hal ini menandakan bahwa investor asing masih melihat peluang pada sektor pertambangan, energi, dan ritel.

Baca Juga: Innova Crysta vs Fortuner: Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

Tekanan terhadap IHSG tidak lepas dari faktor eksternal. Gejolak geopolitik global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed membuat pasar keuangan dunia bergejolak. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang lebih aman seperti obligasi pemerintah.

Di sisi domestik, kebijakan terkait devisa hasil ekspor (DHE SDA) serta rilis data inflasi turut memengaruhi sentimen pasar. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi, namun ketidakpastian global tetap menjadi faktor dominan.

Kapitalisasi pasar juga mengalami penyusutan signifikan. Sepanjang Mei 2026, IHSG turun 8,69% dengan nilai kapitalisasi berkurang Rp922 triliun. Kondisi ini menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek jangka pendek.

Baca Juga: Toyota Crysta, MPV Premium yang Nyaman dan Lapang untuk Menemani Perjalanan Keluarga Besar

Meski begitu, peluang tetap terbuka. Emiten dengan fundamental kuat dan pembagian dividen tinggi masih menarik minat investor. Saham GEMS dan PGAS, misalnya, menawarkan dividend yield yang kompetitif.

Selain itu, rekomendasi teknikal menunjukkan saham BRPT, IMPC, INCO, dan KLBF layak dipertimbangkan dengan strategi buy on weakness. Hal ini memberi ruang bagi investor untuk masuk di harga rendah dengan potensi keuntungan jangka menengah.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia saat ini berada dalam fase konsolidasi. Tekanan jual asing memang menekan IHSG, namun saham-saham unggulan dan emiten dividen tetap menjadi pilihan. Investor disarankan mencermati arus modal asing, kebijakan pemerintah, serta sentimen global sebelum mengambil keputusan investasi.

 

KALKY

Editor : Imron Arlado
#pasar saham indonesia #IHSG Juni 2026 #investasi saham