JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Belakangan ini beredar kabar bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan oleh pemerintah. Informasi tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama bagi penerima manfaat yang mengandalkan program ini untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Namun, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.
Menurut Kepala BGN, program MBG tetap berjalan sesuai rencana. Pemerintah tidak pernah mengeluarkan kebijakan penghentian, melainkan sedang melakukan evaluasi dan penyesuaian agar distribusi lebih merata. Bahkan, program ini disebut akan diperluas ke berbagai daerah dengan pengawasan yang lebih ketat.
Baca Juga: Innova Crysta vs Fortuner: Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?
Meski demikian, BGN memang melakukan moratorium pendaftaran dapur MBG baru. Setiap kecamatan dibatasi maksimal enam dapur agar tidak terjadi penumpukan di satu wilayah. Kebijakan ini bersifat sementara, sambil menunggu hasil evaluasi kebutuhan layanan di berbagai daerah.
Selain itu, sekitar 1.780 dapur MBG dihentikan sementara karena belum memenuhi standar pelayanan. Beberapa di antaranya tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau sertifikat laik higiene sanitasi. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas makanan yang disalurkan tetap aman dan bergizi.
Baca Juga: Toyota Crysta, MPV Premium yang Nyaman dan Lapang untuk Menemani Perjalanan Keluarga Besar
Di tengah isu yang beredar, muncul pula klaim bahwa Presiden akan mundur jika program MBG dihentikan. Faktanya, klaim tersebut adalah hoaks. Pemerintah menegaskan komitmen untuk melanjutkan program ini sebagai salah satu prioritas nasional, dengan fokus pada perbaikan tata kelola dan pengawasan.
Pengamat menilai, kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan pejabat BGN menjadi momentum untuk memperbaiki sistem. Evaluasi menyeluruh dianggap perlu agar program MBG tidak hanya berjalan, tetapi juga benar-benar efektif dalam meningkatkan gizi masyarakat.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program MBG tidak dihentikan, melainkan sedang dalam fase evaluasi dan pengetatan standar. Penyaluran tetap berjalan, meski sebagian dapur ditutup sementara untuk perbaikan kualitas. Pemerintah berkomitmen menjaga keberlangsungan program ini demi kesejahteraan rakyat.
FERDI
Editor : Imron Arlado