JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Umat Buddha di seluruh Indonesia hari ini, Minggu (31/5/2026), memperingati Hari Raya Waisak yang jatuh pada pukul 15.44.44 WIB. Puncak perayaan dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dengan tema nasional “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia.”
Prosesi Waisak dimulai sejak pagi dengan arak-arakan dari Candi Mendut menuju Borobudur. Ribuan umat Buddha berjalan kaki membawa dupa, bunga, dan lilin sebagai simbol perjalanan spiritual menuju pencerahan. Suasana khidmat terasa sepanjang jalur prosesi.
Detik-detik Waisak menjadi momen paling sakral. Tepat saat bulan purnama Sidhi, umat Buddha melakukan meditasi bersama, merenungkan Tri Suci Waisak kelahiran Siddharta Gautama, pencapaian pencerahan, dan wafatnya Buddha. Ribuan lampion dilepaskan ke langit sebagai simbol harapan dan doa perdamaian.
Baca Juga: Viral di Kalangan Anak Muda, Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng Tuai Jutaan Tayangan
Selain ritual keagamaan, Waisak 2026 juga diwarnai kegiatan sosial. Sejak awal Mei, umat Buddha menggelar karya bakti di Taman Makam Pahlawan, bakti sosial pengobatan gratis, serta pembagian sembako di berbagai daerah. Aksi ini menjadi wujud nyata ajaran cinta kasih.
Kementerian Hukum dan HAM turut memberikan remisi khusus kepada 1.052 narapidana beragama Buddha. Dari jumlah tersebut, enam orang langsung bebas. Kebijakan ini menjadi bagian dari penghormatan terhadap perayaan Waisak sekaligus mendorong pembinaan narapidana.
Perayaan di Borobudur juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Ribuan turis hadir menyaksikan prosesi, menjadikan Waisak sebagai atraksi budaya sekaligus spiritual. Pemerintah daerah menyiapkan pengamanan dan fasilitas tambahan untuk mendukung kelancaran acara.
Baca Juga: Konser Reuni F4 di Jakarta Bangkitkan Nostalgia Generasi 2000-an
Ketua Walubi menegaskan bahwa tema Waisak tahun ini mengajak seluruh umat untuk menjaga perdamaian dunia melalui praktik Dharma. Pesan ini relevan dengan kondisi global yang penuh tantangan, di mana toleransi dan kebersamaan menjadi kunci harmoni.
Presiden RI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran umat Buddha dalam menjaga kerukunan nasional. Ia menekankan bahwa Waisak bukan hanya perayaan agama, tetapi juga momentum memperkuat persatuan bangsa.
Dengan rangkaian acara yang meriah dan penuh makna, Hari Raya Waisak 2026 menjadi simbol refleksi spiritual, kepedulian sosial, dan komitmen kebangsaan. Borobudur kembali menjadi saksi bisu perjalanan umat Buddha dalam menebarkan pesan damai bagi dunia.
KALKY
Editor : Imron Arlado