Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Terlalu Sering Doomscrolling di Media Sosial? Ini Dampaknya Bagi Kesehatan Mental dan Kehidupan Sehari-hari

Imron Arlado • Jumat, 29 Mei 2026 | 18:10 WIB
Doomsrolling
Kecanduan doomsrolling di medsos? Ini dampaknya

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Saat ini, hampir semua orang sulit lepas dari media sosial. Saat membuka ponsel, kita bisa langsung melihat berita terbaru, video viral, unggahan teman, dan berbagai informasi yang terus muncul tanpa henti.

Tetapi tanpa disadari kebiasaan terus scroll media sosial, terutama melihat berita negatif secara berlebihan, dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental. Kebiasaan tersebut dikenal dengan istilah doomscrolling.

Sebagian banyak orang menganggap doomscrolling hanyalah kebiasaan biasa. Padahal jika dilakukan terlalu sering, hal tersebut dapat membuat pikiran lebih mudah cemas, stres, sulit tidur, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Doomscrolling merupakan kebiasaan terus melihat atau membaca informasi negatif di media sosial maupun internet dalam waktu lama. Biasanya seseorang akan tetap scrolling meskipun sebenarnya sudah merasa lelah, khawatir, atau tidak nyaman.

Contohnya seperti:

Kebiasaan tersebut semakin sering terjadi karena media sosial sekarang dirancang agar pengguna terus melihat konten tanpa henti. Algoritma aplikasi juga biasanya akan menampilkan konten yang sering kita tonton sebelumnya.

Inilah beberapa alasan mengapa seseorang mudah mengalami doomscrolling:

1. Rasa Penasaran yang Tinggi

Manusia secara alami ingin mengetahui informasi terbaru, terutama jika berkaitan dengan hal yang dianggap penting atau mengkhawatirkan.

2. Takut Ketinggalan Informasi

Banyak orang merasa harus selalu update agar tidak dianggap ketinggalan berita atau tren terbaru.

3. Media Sosial Dibuat agar Pengguna Terus Scroll

Fitur video pendek, berita tanpa akhir, dan notifikasi membuat pengguna sulit berhenti membuka aplikasi.

4. Sedang Stres atau Banyak Pikiran

Saat merasa cemas atau lelah secara mental, sebagian orang justru mencari pelarian lewat media sosial. Padahal hal tersebut seringkali membuat kondisi mental semakin buruk.

Baca Juga: Kemenag Kabupaten Mojokerto Butuh Tambahan Penghulu

Jika dilakukan terus-menerus, doomscrolling dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Berikut beberapa dampaknya:

1. Membuat Lebih Mudah Cemas

Terlalu sering melihat berita negatif bisa membuat otak terus merasa waspada. Jadi, seseorang jadi lebih gampang takut, khawatir, dan overthinking.

2. Pikiran Menjadi Cepat Lelah

Otak menerima terlalu banyak informasi dalam waktu singkat saat doomscrolling. Hal ini dapat membuat pikiran terasa penuh dan sulit fokus.

Akibatnya nanti akan membuat konsentrasi menurun, sulit fokus belajar ataupun bekerja, mudah lupa, dan cepat merasa lelah meskipun tidak melakukan banyak aktivitas fisik.

3. Mood Menjadi Buruk

Konten negatif yang terus dilihat juga dapat memengaruhi suasana hati. Seseorang dapat menjadi lebih sensitif, mudah marah, sedih tanpa alasan yang jelas, dan kehilangan semangat.

4. Mengganggu Kualitas Tidur

Sebagian orang melakukan doomscrolling sebelum tidur. Padahal kebiasaan tersebut dapat membuat otak sulit rileks. Selain karena informasi yang memicu kecemasan, cahaya dari layar ponsel juga dapat mengganggu produksi hormon tidur.

Akibatnya tidur menjadi lebih larut, sulit tidur nyenyak, sering terbangun saat malam hari, dan bangun dalam tubuh keadaan lelah.

5. Dapat Memperparah Gangguan Mental

Pada orang yang memiliki gangguan kecemasan atau depresi, doomscrolling dapat memperburuk kondisi mental mereka. Jadi, menjaga pola penggunaan media sosial sangat penting agar kesehatan mental tetap stabil.

Bukan hanya mental, doomscrolling juga dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti:

Baca Juga: Zona Bebas PKL di Kota Mojokerto Masih Jadi Jujukan Pedagang

Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar tidak terlalu sering doomscrolling, simak langkah-langkahnya:

1. Batasi Waktu Bermain Media Sosial

Gunakan fitur batas waktu layar di ponsel agar penggunaan aplikasi lebih terkontrol.

2. Jangan Bermain Ponsel Sebelum Tidur

Cobalah berhenti menggunakan media sosial sekitar 30 menit sampai 1 jam sebelum tidur.

3. Pilih Informasi yang Benar-Benar Penting

Tidak semua berita harus diikuti terus-menerus. Hindari terlalu banyak membaca konten yang membuat stres.

4. Kurangi Akun atau Konten Negatif

Jika ada akun yang sering membuat cemas atau memicu emosi negatif, tidak ada salahnya membatasi atau berhenti mengikutinya.

5. Isi Waktu dengan Aktivitas Lain

Alihkan perhatian dengan kegiatan yang lebih sehat seperti olahraga, membaca buku, mendengarkan musik, berkebun, dan mengobrol dengan keluarga atau teman.

6. Matikan Notifikasi yang Tidak Penting

Notifikasi media sosial sering membuat seseorang kembali membuka aplikasi tanpa sadar.

Jadi, penting untuk mulai mengatur penggunaan media sosial dengan lebih sehat. Membatasi waktu screen time, memilih konten yang positif, dan menjaga aktivitas di dunia nyata dapat membantu menjaga kesehatan mental.

LULUS

Editor : Imron Arlado
#bahaya doomscrolling #kecanduan scroll #media sosial #Doomscrolling #kesehatan mental