JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Saat ini, hampir semua orang sulit lepas dari media sosial. Saat membuka ponsel, kita bisa langsung melihat berita terbaru, video viral, unggahan teman, dan berbagai informasi yang terus muncul tanpa henti.
Tetapi tanpa disadari kebiasaan terus scroll media sosial, terutama melihat berita negatif secara berlebihan, dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental. Kebiasaan tersebut dikenal dengan istilah doomscrolling.
Sebagian banyak orang menganggap doomscrolling hanyalah kebiasaan biasa. Padahal jika dilakukan terlalu sering, hal tersebut dapat membuat pikiran lebih mudah cemas, stres, sulit tidur, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Doomscrolling merupakan kebiasaan terus melihat atau membaca informasi negatif di media sosial maupun internet dalam waktu lama. Biasanya seseorang akan tetap scrolling meskipun sebenarnya sudah merasa lelah, khawatir, atau tidak nyaman.
Contohnya seperti:
-
Terus melihat berita buruk atau kabar yang membuat cemas
-
Berjam-jam membaca komentar negatif di media sosial
-
Tidak bisa berhenti membuka TikTok, Instagram, X, atau Facebook meski sudah larut malam
-
Terus mencari update informasi yang sebenarnya membuat pikiran semakin stres
Kebiasaan tersebut semakin sering terjadi karena media sosial sekarang dirancang agar pengguna terus melihat konten tanpa henti. Algoritma aplikasi juga biasanya akan menampilkan konten yang sering kita tonton sebelumnya.
Inilah beberapa alasan mengapa seseorang mudah mengalami doomscrolling:
1. Rasa Penasaran yang Tinggi
Manusia secara alami ingin mengetahui informasi terbaru, terutama jika berkaitan dengan hal yang dianggap penting atau mengkhawatirkan.
2. Takut Ketinggalan Informasi
Banyak orang merasa harus selalu update agar tidak dianggap ketinggalan berita atau tren terbaru.
3. Media Sosial Dibuat agar Pengguna Terus Scroll
Fitur video pendek, berita tanpa akhir, dan notifikasi membuat pengguna sulit berhenti membuka aplikasi.
4. Sedang Stres atau Banyak Pikiran
Saat merasa cemas atau lelah secara mental, sebagian orang justru mencari pelarian lewat media sosial. Padahal hal tersebut seringkali membuat kondisi mental semakin buruk.
Baca Juga: Kemenag Kabupaten Mojokerto Butuh Tambahan Penghulu
Jika dilakukan terus-menerus, doomscrolling dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Berikut beberapa dampaknya:
1. Membuat Lebih Mudah Cemas
Terlalu sering melihat berita negatif bisa membuat otak terus merasa waspada. Jadi, seseorang jadi lebih gampang takut, khawatir, dan overthinking.
2. Pikiran Menjadi Cepat Lelah
Otak menerima terlalu banyak informasi dalam waktu singkat saat doomscrolling. Hal ini dapat membuat pikiran terasa penuh dan sulit fokus.
Akibatnya nanti akan membuat konsentrasi menurun, sulit fokus belajar ataupun bekerja, mudah lupa, dan cepat merasa lelah meskipun tidak melakukan banyak aktivitas fisik.
3. Mood Menjadi Buruk
Konten negatif yang terus dilihat juga dapat memengaruhi suasana hati. Seseorang dapat menjadi lebih sensitif, mudah marah, sedih tanpa alasan yang jelas, dan kehilangan semangat.
4. Mengganggu Kualitas Tidur
Sebagian orang melakukan doomscrolling sebelum tidur. Padahal kebiasaan tersebut dapat membuat otak sulit rileks. Selain karena informasi yang memicu kecemasan, cahaya dari layar ponsel juga dapat mengganggu produksi hormon tidur.
Akibatnya tidur menjadi lebih larut, sulit tidur nyenyak, sering terbangun saat malam hari, dan bangun dalam tubuh keadaan lelah.
5. Dapat Memperparah Gangguan Mental
Pada orang yang memiliki gangguan kecemasan atau depresi, doomscrolling dapat memperburuk kondisi mental mereka. Jadi, menjaga pola penggunaan media sosial sangat penting agar kesehatan mental tetap stabil.
Bukan hanya mental, doomscrolling juga dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti:
-
Produktivitas menurun
-
Waktu banyak terbuang di media sosial
-
Sulit mengatur jadwal harian
-
Menjadi kurang aktif bersosialisasi di dunia nyata
-
Hubungan dengan keluarga atau teman dapat terganggu
-
Mata mudah lelah karena terlalu lama menatap layar
Baca Juga: Zona Bebas PKL di Kota Mojokerto Masih Jadi Jujukan Pedagang
Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
-
Sulit berhenti scrolling meski sudah capek
-
Selalu ingin membuka media sosial setiap beberapa menit
-
Merasa cemas setelah membaca berita
-
Waktu tidur sering berkurang karena bermain ponsel
-
Mood memburuk setelah melihat media sosial
-
Tetap scrolling walau sebenarnya tidak ada informasi penting
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar tidak terlalu sering doomscrolling, simak langkah-langkahnya:
1. Batasi Waktu Bermain Media Sosial
Gunakan fitur batas waktu layar di ponsel agar penggunaan aplikasi lebih terkontrol.
2. Jangan Bermain Ponsel Sebelum Tidur
Cobalah berhenti menggunakan media sosial sekitar 30 menit sampai 1 jam sebelum tidur.
3. Pilih Informasi yang Benar-Benar Penting
Tidak semua berita harus diikuti terus-menerus. Hindari terlalu banyak membaca konten yang membuat stres.
4. Kurangi Akun atau Konten Negatif
Jika ada akun yang sering membuat cemas atau memicu emosi negatif, tidak ada salahnya membatasi atau berhenti mengikutinya.
5. Isi Waktu dengan Aktivitas Lain
Alihkan perhatian dengan kegiatan yang lebih sehat seperti olahraga, membaca buku, mendengarkan musik, berkebun, dan mengobrol dengan keluarga atau teman.
6. Matikan Notifikasi yang Tidak Penting
Notifikasi media sosial sering membuat seseorang kembali membuka aplikasi tanpa sadar.
Jadi, penting untuk mulai mengatur penggunaan media sosial dengan lebih sehat. Membatasi waktu screen time, memilih konten yang positif, dan menjaga aktivitas di dunia nyata dapat membantu menjaga kesehatan mental.
LULUS
Editor : Imron Arlado