JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dipangkas Rp67 triliun dari total Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun dalam APBN 2026. Pemerintah menegaskan langkah ini dilakukan demi efisiensi fiskal, namun tetap menjamin kualitas layanan gizi untuk anak sekolah dan kelompok rentan.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengumumkan pemangkasan anggaran MBG sebesar Rp67 triliun. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program yang telah berjalan sejak awal 2025.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemangkasan anggaran bukan berarti pengurangan kualitas layanan. Menurutnya, efisiensi diperlukan agar program tetap berkelanjutan tanpa membebani fiskal negara.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Minuman, Teh Botol Jadi Bagian Kehidupan Masyarakat Indonesia
Dengan anggaran baru Rp268 triliun, pemerintah akan menyesuaikan pola distribusi makanan bergizi. Sekolah di wilayah perkotaan akan melayani lima hari per minggu, sementara daerah 3T tetap enam hari demi menekan angka stunting.
layanan MBG saat libur sekolah hanya diberikan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Data Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat hingga April 2026, program MBG telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat melalui 27.952 dapur yang tersebar di seluruh Indonesia.
Meski anggaran dipangkas, biaya per porsi makanan tetap Rp10 ribu. Pemerintah menegaskan tidak ada kompromi terhadap kualitas gizi yang diberikan kepada anak-anak sekolah
Baca Juga: Mengenal Sejarah Singkat Sambal dan Cara Membuat 4 Sambal Populer di Indonesia
Penyesuaian juga dilakukan di tingkat operasional. Pengadaan untuk acara seremonial dan perjalanan dinas dihentikan, sehingga anggaran lebih fokus pada gaji karyawan dan kebutuhan pokok program.
Belanja negara per April 2026 tercatat Rp1.082,8 triliun, tumbuh 34,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan negara mencapai Rp918,4 triliun dengan defisit aman di angka 0,64 persen PDB.
Pemerintah berharap pemangkasan anggaran ini dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas tata kelola MBG. Fokus utama tetap pada pemberantasan stunting dan peningkatan kualitas gizi generasi muda Indonesia.
KALKY
Editor : Imron Arlado