JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk, tengah menyiapkan sejumlah strategi baru guna memperluas pasar ekspor di tengah dinamika industri energi global pada 2026.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar internasional.
Manajemen BUMI menargetkan volume penjualan batu bara mencapai 77–78 juta ton sepanjang 2026.
Target tersebut didukung oleh kontribusi produksi dari anak usaha utama seperti PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia yang masih menjadi tulang punggung bisnis perseroan.
Selain mempertahankan pasar tradisional di Asia, perusahaan juga mulai menjajaki peluang ekspor ke kawasan baru yang dinilai memiliki permintaan energi cukup tinggi.
Strategi diversifikasi pasar ini dianggap penting untuk menghadapi kondisi oversupply batu bara global dan fluktuasi harga komoditas internasional.
Tak hanya fokus pada batu bara, BUMI juga mulai melakukan transformasi bisnis dengan memperluas investasi ke sektor emas dan tembaga.
Langkah diversifikasi tersebut diyakini dapat memperkuat ketahanan perusahaan menghadapi perubahan tren energi dunia di masa depan.
Pada kuartal pertama 2026, BUMI mencatat pertumbuhan pendapatan hingga 19,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Strategi Baru PT Bumi Resources Tbk Tarik Perhatian Pelaku Pasar
Kinerja positif ini didorong oleh peningkatan volume produksi dan penjualan batu bara yang tetap kuat di pasar ekspor.
Melalui strategi ekspansi dan diversifikasi tersebut, PT Bumi Resources Tbk optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis serta memperluas jaringan perdagangan internasional di tengah persaingan industri tambang global yang semakin ketat.
CINDY
Editor : Imron Arlado