JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Warga di sejumlah desa digemparkan oleh kabar teror pocong yang bukan hanya menampakkan diri di jalan sepi, tetapi juga disebut-sebut menggedor pintu rumah warga pada malam hari. Fenomena ini membuat masyarakat resah, terlebih setelah video amatir beredar luas di media sosial dan memicu ketakutan.
Sebagian mengaitkan kejadian ini dengan mitos arwah gentayangan yang belum tenang, sementara lainnya menduga kuat bahwa ini hanyalah modus kriminal. Dugaan tersebut muncul karena beberapa kasus pencurian dan perampokan terjadi bersamaan dengan isu penampakan pocong, seolah sosok itu digunakan untuk mengalihkan perhatian warga.
Baca Juga: Penghulu di Kabupaten Mojokerto Terbatas, Satu KUA Bisa Layani 15 Pernikahan Per Hari
Aparat kepolisian menyatakan tengah menyelidiki laporan warga terkait teror pocong yang menggedor pintu rumah. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak panik dan segera melapor jika menemukan kejadian mencurigakan. Mereka menekankan bahwa pelaku kriminal kerap memanfaatkan ketakutan mistis untuk melancarkan aksi pencurian.
Dampak sosial terlihat jelas. Warga kini lebih waspada, ronda malam kembali digiatkan, dan aktivitas malam dibatasi. Situasi ini menunjukkan bagaimana isu mistis dapat berpengaruh langsung pada kehidupan sosial, sekaligus membuka pertanyaan besar: apakah teror pocong ini benar-benar fenomena gaib atau sekadar modus kriminal rampok dan maling?
KALKY
Editor : Imron Arlado