Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

21 Mei 1998: Hari Ketika Soeharto Mundur dan Indonesia Memasuki Era Reformasi Baru

Imron Arlado • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:56 WIB
Era Reformasi juga membuka ruang kebebasan berpendapat yang lebih luas bagi masyarakat.
Era Reformasi juga membuka ruang kebebasan berpendapat yang lebih luas bagi masyarakat.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Tanggal 21 Mei 1998 menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Setelah berkuasa selama lebih dari 32 tahun, Presiden Soeharto akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya di Istana Merdeka, Jakarta.

Peristiwa tersebut menandai berakhirnya era Orde Baru sekaligus menjadi awal lahirnya Reformasi yang membawa perubahan besar dalam sistem politik, demokrasi, hingga kebebasan Masyarakat Indonesia.

Hingga kini, peristiwa lengsernya Soeharto masih terus dikenang sebagai titik balik penting dalam sejarah modern Indonesia.

Sebelum pengunduran diri Soeharto terjadi, Indonesia tengah menghadapi krisis ekonomi hebat akibat krisis moneter asia 1997. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat jatuh drastic, hingga kebutuhan pokok melonjak, dan banyak Perusahaan bangkrut.

Baca Juga: Panduan Cek Bansos 2026: Cara mudah akses melalui situs resmi

Kondisi tersebut memicu meningkatnya pengangguran dan kemiskinan di berbagai daerah. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah pun mulai menurun karena dianggap gagal mengatasi krisis yang semakin parah.

Di tengah situasi ekonomi yang sulit, tuntutan reformasi mulai muncul dari berbagai kalangan, terutama mahasiswa.

Memasuki tahun 1998, aksi demonstrasi mahasiswa terjadi di banyak kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya. Mahasiswa menuntut reformasi total, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta meminta Soeharto mundur dari jabatannya.

Puncak ketegangan terjadi pada 12 Mei 1998 saat demonstrasi mahasiswa di Universitas Trisakti berakhir ricuh. Empat mahasiswa tewas tertembak dalam tragedi tersebut. Peristiwa ini memicu kemarahan publik dan memperbesar gelombang protes di berbagai wilayah Indonesia.

Tak lama setelah tragedi itu, kerusuhan besar pecah di Jakarta dan sejumlah kota lainnya pada 13–15 Mei 1998. Banyak pusat perbelanjaan dan gedung dibakar, sementara situasi keamanan nasional semakin tidak terkendali.

Tekanan politik terhadap Soeharto terus meningkat. Sejumlah tokoh politik, menteri kabinet, hingga pimpinan DPR mulai meminta perubahan kepemimpinan nasional.

Pada pagi hari tanggal 21 Mei 1998 sekitar pukul 09.00 WIB, Soeharto akhirnya menyampaikan pidato pengunduran diri yang disiarkan langsung melalui televisi nasional dari Istana Merdeka.

Dalam pidatonya, Soeharto menyatakan berhenti dari jabatan Presiden Republik Indonesia sesuai Pasal 8 UUD 1945. Setelah itu, Wakil Presiden B.J. Habibie resmi dilantik menjadi presiden baru Indonesia.

Pengunduran diri tersebut disambut sorak dan tangis haru oleh banyak mahasiswa dan masyarakat yang sejak lama menuntut reformasi.

Lengsernya Soeharto menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Setelah tahun 1998, berbagai perubahan besar mulai dilakukan, di antaranya:

Kebebasan pers semakin terbuka

Pemilu berlangsung lebih demokratis

Pembatasan masa jabatan presiden

Otonomi daerah mulai diterapkan

Peran militer dalam politik dikurangi

Meski begitu, perjalanan reformasi tidak selalu berjalan mudah. Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan seperti korupsi, ketimpangan sosial, hingga konflik politik yang terus berkembang hingga sekarang.

Bagi banyak generasi muda, Reformasi 1998 mungkin hanya dikenal melalui buku sejarah atau media sosial. Namun peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan besar dalam bangsa lahir dari perjuangan panjang Masyarakat dan mahasiswa.

Tanggal 21 Mei kini selalu diperingati sebagai Hari Reformasi Nasional, momen penting yang mengubah arah demokrasi Indonesia hingga saat ini.

Lebih dari dua decade berlaku, semangat reformasi masih terus menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia yang lebih adil, terbuka, dan demokrasi

NENSI

Editor : Imron Arlado
#21 mei #reformasi baru #orde baru #indonesia #soeharto