JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 berlangsung khidmat di berbagai daerah Indonesia. Dalam pidato resmi, pemerintah menegaskan bahwa generasi muda menjadi sorotan utama sebagai penentu arah bangsa di masa depan.
Tema peringatan kali ini adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, yang menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan dan kedaulatan di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.
Menteri Komunikasi dan Digital dalam pidatonya menyampaikan bahwa ancaman terhadap bangsa kini bukan hanya berupa penjajahan fisik, melainkan juga penjajahan pikiran melalui hoaks, radikalisme, dan degradasi moral.
Baca Juga: Dua Kurir Sabu Divonis 15 Tahun Penjara oleh PN Mojokerto
Generasi muda diingatkan agar tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, berlandaskan Pancasila, serta menjunjung tinggi budaya bangsa.
Pemerintah menekankan bahwa pendidikan karakter harus diperkuat, baik melalui sekolah maupun keluarga, agar pemuda tumbuh sebagai pribadi yang tangguh menghadapi tantangan zaman.
Dalam pidato tersebut, pemuda disebut sebagai “tunas bangsa” yang harus dijaga dan dilindungi, karena mereka adalah aset utama dalam menjaga kedaulatan negara.
Peringatan Harkitnas juga menjadi momentum refleksi atas sejarah berdirinya Boedi Oetomo pada 1908, yang menjadi tonggak lahirnya kesadaran berbangsa dan berorganisasi.
Baca Juga: Libur Panjang, Penumpang KA di Mojokerto Tembus 6 Ribu Orang
Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membimbing generasi muda agar tidak terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan, sekaligus mendorong mereka menjadi agen perubahan positif.
Sorotan terhadap pemuda dalam pidato ini mendapat sambutan luas, terutama dari kalangan akademisi dan organisasi kepemudaan, yang menilai bahwa pesan tersebut relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional 2026, generasi muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, kedaulatan, dan martabat bangsa Indonesia di era modern.
KALKY
Editor : Imron Arlado