Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Seberapa Penting Menggunakan BBM Sesuai Spesifikasi Kendaraan? Ini Dampaknya Pada Mesin 

Imron Arlado • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:23 WIB
Gunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan, karena pilihan tepat menjaga performa mesin tetap prima, hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan.
Gunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan, karena pilihan tepat menjaga performa mesin tetap prima, hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Bahan bakar minyak (BBM) bukan sekadar sumber tenaga bagi kendaraan, melainkan juga faktor penting yang menentukan kesehatan mesin. Setiap kendaraan dirancang dengan spesifikasi tertentu, termasuk kebutuhan oktan yang sesuai. Mengabaikan hal ini dapat menimbulkan masalah serius pada performa dan umur mesin. 

Mesin modern, terutama yang menggunakan teknologi injeksi dan turbo, membutuhkan BBM dengan angka oktan tinggi. Angka oktan menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan ketukan atau "knocking". Jika angka oktan terlalu rendah, pembakaran menjadi tidak sempurna dan menimbulkan kerusakan. 

Knocking adalah kondisi ketika bahan bakar meledak sebelum waktunya di ruang bakar. Gejala ini bisa terdengar seperti bunyi ketukan pada mesin. Dalam jangka panjang, knocking dapat merusak piston, klep, hingga kepala silinder. 

Menggunakan BBM sesuai spesifikasi juga berpengaruh pada efisiensi. Mesin yang bekerja dengan bahan bakar tepat akan menghasilkan tenaga optimal dengan konsumsi lebih hemat. Sebaliknya, BBM yang tidak sesuai membuat mesin boros dan tenaga berkurang. 

Dampak lain adalah pada emisi gas buang. BBM yang tidak sesuai spesifikasi meningkatkan kadar polutan, sehingga kendaraan lebih berkontribusi pada pencemaran udara. Hal ini bertentangan dengan upaya menjaga lingkungan dan standar emisi yang berlaku. 

Kerusakan mesin akibat penggunaan BBM yang salah sering kali membutuhkan biaya perbaikan besar. Komponen seperti piston dan injektor tidak murah untuk diganti. Dengan kata lain, menghemat biaya BBM justru bisa berujung pada pengeluaran lebih besar. 

Produsen kendaraan biasanya sudah mencantumkan rekomendasi BBM pada buku manual. Misalnya, mobil dengan mesin berteknologi tinggi disarankan menggunakan BBM dengan oktan 92 ke atas. Mengabaikan rekomendasi ini sama saja dengan mengorbankan investasi besar pada kendaraan. 

Selain itu, kualitas BBM juga mempengaruhi kebersihan mesin. BBM berkualitas rendah sering meninggalkan residu karbon yang menumpuk di ruang bakar. Akibatnya, performa mesin menurun dan perawatan lebih sering diperlukan. 

Kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai spesifikasi masih perlu ditingkatkan. Banyak pengendara yang lebih memilih harga murah tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang. Padahal, keputusan ini bisa merugikan diri sendiri dan lingkungan. 

Kesimpulannya, menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan bukan hanya soal mengikuti aturan, tetapi juga menjaga performa, efisiensi, dan umur mesin. Dengan memilih bahan bakar yang tepat, pengendara dapat menikmati perjalanan lebih nyaman, hemat, dan ramah lingkungan. 

 

Editor : Imron Arlado
#bahan bakar #Mesin #kendaraan #bahan bakar minyak #bbm