JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Samsung kini kembali menjadi sorotan warganet setelah muncul kabar bahwa perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini menghentikan penjualan televisi dan beberapa produk elektronik lainnya, informasi ini ramai dibahas di berbagai media sosial.
Samsung menyebutkan bahwa perubahan kondisi pasar yang sangat cepat menjadi alasan utama kebijakan tersebut dilakukan. Informasi penghentian penjualan ini juga telah ditampilkan melalui situs resmi Samsung China.
Berdasarkan laporan yang beredar, Samsung menghadapi tekanan besar dari produsen elektronik China yang terus berkembang dengan harga yang lebih kompetitif dan inovasi yang cepat. Produk lokal tersebut kini mendominasi pasar televisi di China.
Samsung disebut akan menghentikan penjualan di berbagai perangkat elektronik rumah tangga di China. Mulai televisi, monitor, kulkas, mesin cuci, pengering, AC, penyedot debu, hingga pembersih udara. Sementara itu, produk ponsel pintar Samsung masih akan tetap dijual di Tiongkok.
Beredarnya kabar ini langsung memicu reaksi warganet, banyak dari mereka menganggap langkah tersebut sebagai bukti bahwa persaingan industri TV saat ini sedang meningkat.
Meski dikabarkan berhenti menjual TV di China, Samsung sebenarnya masih aktif dalam mengembangkan teknologi televisi terbaru untuk pasar global. Selain itu, Samsung juga masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu produsen Tv terbesar di dunia.
Kabar mundurnya Samsung dari pasar TV China juga dianggap sebagai gambaran perubahan besar industri elektronik di dunia. Dulu merek-merek internasional mendominasi pasar global, namun kini perusahaan lokal China mampu menjadi pesaing utama dengan teknologi dan harga yang lebih mahal. TISA
Editor : Imron Arlado