JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Piala Dunia 2026 diprediksi akan menjadi turnamen sepak bola paling meriah dan paling besar dalam sejarah FIFA. Ajang tersebut tidak hanya menghadirkan pertandingan antarnegara terbaik dunia, tetapi juga membawa banyak perubahan baru yang membuat pengalaman penonton semakin seru.
FIFA sekarang menyiapkan berbagai kejutan mulai dari format kompetisi baru, teknologi modern, hiburan megah, hingga festival besar untuk para suporter nantinya.
Turnamen tersebut akan digelar di tiga negara sekaligus, yaitu United States, Canada, dan Mexico. Dan ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia ada tiga negara tuan rumah dalam satu edisi.
Totalnya nanti akan ada 16 kota yang dipilih menjadi lokasi pertandingan, termasuk New York/New Jersey, Los Angeles, Dallas, Toronto, Vancouver, dan Mexico City.
Salah satu perubahan terbesar yaitu jumlah peserta yang bertambah dari 32 tim menjadi 48 tim. Dengan penambahan ini, lebih banyak negara memiliki kesempatan tampil di Piala Dunia.
FIFA menggunakan format baru berupa 12 grup yang masing-masing berisi empat tim. Nantinya, dua tim terbaik di setiap grup serta delapan peringkat ketiga terbaik akan lolos ke babak berikutnya.
Karena jumlah peserta bertambah, total pertandingan juga meningkat menjadi 104 laga. Artinya, turnamen akan berlangsung lebih panjang dan memberikan lebih banyak tontonan menarik bagi pecinta sepak bola di seluruh dunia.
Final Piala Dunia 2026 sendiri juga dijadwalkan berlangsung di kawasan New York/New Jersey yang memiliki stadion berkapasitas besar dan fasilitas modern.
Baca Juga: Pekan Depan Mulai Disidang, Perkara Gugatan Parkir Berlangganan di Kota Mojokerto
FIFA juga mulai membawa konsep hiburan ala pertandingan olahraga Amerika Serikat. Salah satu yang paling ramai dibicarakan adalah rencana adanya halftime show saat final Piala Dunia 2026.
Konsep tersebut mirip seperti pertunjukan musik di final Super Bowl. FIFA disebut bekerja sama dengan organisasi Global Citizen dan melibatkan band Coldplay untuk membantu menyiapkan konsep hiburannya.
Selain hiburan, FIFA juga menyiapkan teknologi yang lebih canggih untuk membantu pertandingan berjalan lebih adil dan modern. Teknologi offside semi otomatis akan kembali digunakan dengan sistem yang lebih akurat.
Bola pertandingan nantinya juga memakai sensor pintar yang dapat membantu wasit membaca pergerakan bola secara real-time.
FIFA juga dikabarkan terus mengembangkan penggunaan kecerdasan buatan atau AI untuk membantu analisis pertandingan, tayangan ulang, statistik pemain, hingga pengalaman menonton bagi penonton di stadion maupun siaran televisi.
Teknologi kamera pada tubuh wasit juga akan berpotensi dipakai agar penonton dapat melihat suasana pertandingan dari sudut pandang yang berbeda.
FIFA juga ingin membuat suasana Piala Dunia terasa seperti festival global. Banyak kota tuan rumah sudah mulai menyiapkan fan zone dan festival gratis untuk masyarakat.
Nantinya akan ada layar raksasa, konser musik, kuliner khas, permainan interaktif, hingga area hiburan keluarga selama turnamen berlangsung nantinya.
Di Mexico City, pemerintah setempat berencana menghadirkan belasan festival gratis agar masyarakat tetap dapat menikmati atmosfer Piala Dunia meskipun tidak membeli tiket stadion.
Sementara di Los Angeles, panitia lokal juga mulai mempersiapkan berbagai acara komunitas dan hiburan besar untuk menyambut wisatawan dari seluruh dunia.
Piala Dunia 2026 juga diperkirakan menjadi turnamen dengan jumlah penonton terbesar sepanjang sejarah. FIFA menargetkan jutaan wisatawan datang langsung ke tiga negara tuan rumah.
Baca Juga: Rencana Ekskavasi di Mojokerto Terganjal Lahan Makam
Dan dampaknya telah diprediksi sangat besar terhadap sektor ekonomi, pariwisata, transportasi, hotel, hingga industri hiburan. Namun dibalik kemeriahannya, FIFA tetap menghadapi sejumlah tantangan besar.
Salah satunya yaitu cuaca panas ekstrem di beberapa kota tuan rumah, terutama saat musim panas di Amerika Utara. Jadi, FIFA mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi seperti cooling break, area pendingin tambahan, dan pemantauan suhu secara ketat demi menjaga kondisi pemain dan suporter.
Pemerintah tuan rumah bersama FIFA juga mulai memperkuat sistem keamanan, pengawasan digital, dan koordinasi antar petugas agar seluruh pertandingan berjalan aman dan lancar.
Dengan teknologi yang semakin canggih, jumlah pertandingan lebih banyak, hiburan lebih megah, dan pengalaman suporter yang lebih interaktif, FIFA ingin membuat turnamen ini bukan hanya sekadar kompetisi sepak bola, tetapi juga acara hiburan terbesar di dunia.
Jika semua rencana berjalan lancar, Piala Dunia 2026 kemungkinan akan menjadi salah satu edisi paling bersejarah dan paling diingat oleh pecinta sepak bola di berbagai negara.
LULUS
Editor : Imron Arlado