Piala Dunia 2026 Makin Dekat, Ini Fakta dan Hal Menarik yang Sudah Jadi Sorotan Publik

Imron Arlado • Dipublikasikan Kamis, 14 Mei 2026 | 19:05 WIB
"Format baru 48 tim, tiket selangit, hingga rivalitas Messi-Ronaldo — Piala Dunia 2026 bukan sekadar pesta sepak bola, tapi juga panggung sejarah penuh kontroversi dan sorotan dunia."
"Format baru 48 tim, tiket selangit, hingga rivalitas Messi-Ronaldo — Piala Dunia 2026 bukan sekadar pesta sepak bola, tapi juga panggung sejarah penuh kontroversi dan sorotan dunia."

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Piala Dunia 2026 akan segera dimulai pada 11 Juni mendatang, dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi tuan rumah bersama. Turnamen ini sudah mencuri perhatian publik karena berbagai hal unik, mulai dari format baru hingga isu politik yang menyertainya. 

Format baru dengan 48 tim menjadi salah satu sorotan utama. FIFA memperluas jumlah peserta dari 32 menjadi 48, sehingga total pertandingan melonjak menjadi 104 laga. Hal ini menimbulkan perdebatan: di satu sisi memberi kesempatan lebih banyak negara tampil, di sisi lain menimbulkan kekhawatiran soal kualitas kompetisi. 

Baca Juga: Pekan Depan Mulai Disidang, Perkara Gugatan Parkir Berlangganan di Kota Mojokerto

Tuan rumah tiga negara juga menjadi sejarah baru. Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan berbagi panggung, dengan stadion ikonik seperti MetLife Stadium di New Jersey dan Estadio Azteca di Meksiko City siap menyambut ribuan suporter. Ini adalah pertama kalinya Piala Dunia digelar di tiga negara sekaligus. 

Sorotan besar juga tertuju pada dua legenda sepak bola: Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Messi yang berusia 39 tahun dan Ronaldo 42 tahun akan tampil di Piala Dunia keenam mereka. Publik menilai ini bisa menjadi panggung terakhir keduanya, sehingga rivalitas mereka kembali menjadi magnet perhatian dunia. 

Baca Juga: Mengenang Gerakan Pemuda Mojokerto, Demonstrasi di Pengujung Orde Lama

Namun, isu harga tiket menimbulkan kontroversi. Tiket laga pembuka dilaporkan mencapai USD 1.000 (sekitar Rp16 juta), sementara tiket final di MetLife Stadium bahkan dijual ulang hingga USD 2 juta per kursi. Kritik keras datang dari suporter dan politisi yang menilai FIFA terlalu komersial. 

Selain itu, hak siar di beberapa negara besar seperti India dan China masih belum jelas. Padahal, kedua pasar ini sangat penting bagi sponsor dan eksposur global. Ketidakpastian ini menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya jangkauan penonton. 

Baca Juga: Gebyar PAUD Ceria 2026 bersama Ning Hanna, Seleksi Karya di Alam Terbuka Berlangsung Menyenangkan

Isu politik juga ikut mewarnai. Timnas Iran sempat terancam tidak tampil akibat ketegangan diplomatik, namun FIFA memastikan mereka tetap berpartisipasi. Presiden AS Donald Trump akhirnya menyetujui keikutsertaan Iran, meski isu keamanan dan imigrasi tetap menjadi perhatian besar. 

Dari sisi keamanan, Amerika Serikat menghadapi tantangan besar. Ribuan suporter dari Timur Tengah dan Asia diperkirakan hadir, sehingga pengawasan ketat di bandara dan stadion menjadi prioritas. Pemerintah menyiapkan protokol khusus untuk mengantisipasi potensi gangguan. 

Selain itu, Piala Dunia 2026 juga akan menjadi ajang uji coba teknologi baru. FIFA berencana memperluas penggunaan VAR dengan sistem otomatis offside detection, serta memperkenalkan aplikasi interaktif bagi penonton untuk pengalaman digital yang lebih kaya. 

Dengan segala fakta dan kontroversi ini, Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu turnamen paling bersejarah. Publik menanti apakah pesta sepak bola ini akan benar-benar menjadi perayaan global, atau justru meninggalkan catatan pahit karena isu komersialisasi dan politik. 

FERDI

Editor : Imron Arlado
sepakbola FIFA internasional piala dunia 2026 turnamen