JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Penggunaan handphone di lingkungan sekolah kembali menjadi perhatian setelah sejumlah sekolah mulai menerapkan aturan pembatasan penggunaan perangkat tersebut selama proses belajar mengajar berlangsung.
Kebijakan ini dinilai memberikan dampak positif terhadap konsentrasi siswa serta meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Beberapa sekolah di berbagai daerah menerapkan larangan penggunaan handphone selama jam Pelajaran dengan tujuan mengurangi gangguan belajar.
Pihak sekolah menilai bahwa penggunaan ponsel secara berlebihan sering membuat siswa sulit fokus karena terdistraksi oleh media sosial, permainan daring, maupun aktivitas digital lainnya.
Sejumlah guru mengungkap bahwa suasana kelas menjadi lebih kondusif sejak aturan tersebut diterapkan. Siswa dinilai lebih aktif berdiskusi, memperhatikan penjelasan guru, dan terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran tanpa terganggu notifikasi dari perangkat pribadi mereka.
Baca Juga: Tamatan SD/MI di Mojokerto Jalani Tahap Pendataan dan Verval
Selain meningkatkan fokus belajar, kebijakan ini juga disebut berdampak pada peningkatan prestasi akademik siswa. Beberapa sekolah mengaku melihat adanya perubahan positif pada hasil tugas maupun nilai ujian secara penggunaan handphone dibatasi selam proses belajar berlangsung.
Meski demikian, tidak sedikit pihak yang menilai bahwa handphone sebenarnya dapat menjadi alat pendukung pembelajaran apabila digunakan secara tepat. Teknologi digital dianggap mampu membantu siswa mencari informasi, mengakses materi pembelajaran, hingga mengikuti pembelajaran berbasis daring.
Pengamatan pendidikan menilai bahwa kunci utama bukan hanya terleatk pada larangan penggunaan handphone, tetapi juga pengawasan serta edukasi mengenai penggunaan teknologi secra bijak.
Sekolah dan orang tua dinilai memiliki peran penting dalam mengarahkan siswa agar mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang mendukung Pendidikan.
Di sisi lain, sebagian siswa mengaku awalnya merasa keberatan dengan aturan tersebut. Namun setelah beberapa waktu, mereka mulai terbiasa dan mengaku lebih mudah memahami materi pelajaran karena suasana belajar menjadi lebih fokus dan minim gangguan.
Pemerintah daerah dan sejumlah institusi pendidikan saat ini masih terus mengkaji penerapan aturan penggunaan handphone di sekolah agar tetap seimbang antara pemanfaatan teknologi dan efektivitas pembelajaran. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih produktif sekaligus mendukung perkembangan pendidikan di era digital.
NENSI
Editor : Imron Arlado