JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern ini, berbagai tradisi budaya daerah masih tetap bertahan dan di jaga oleh masyarakat. Salah satunya adalah tradisi manten tebu di pulau jawa, tradisi ini dianggap memiliki makna spiritual yang mendalam.
Manten tebu adalah tradisi yang biasanya di lakukan menjelang musim giling di pabrik gula. Dalam prosesi ini, sepasang boneka tebu diperlakukan selayaknya sepasang pengantin kemudian diarak sebelum akhirnya di bawa ke pabrik gula untuk digiling.
Tujuan dari adanya ritual menten tebu sendiri sebagai ungkapan rasa syukur, permohonan agar produksi gula melimpah, dan harapan agar proses penggilingan berjalan lancar, aman, serta menghasilkan keuntungan.
Prosesi manten tebu biasanya berlangsung dengan meriah, banyak para warga yang berkumpul untuk menyaksikan arak-arakan tebu yang dihias dengan rapi dan menarik. Tidak jarang juga acara ini diiringi oleh kesenian tradisional seperti gamelan dan tari daerah.
Bagi sebagian warga, manten tebu bukan sekadar ritual biasa, tradisi ini dipercaya sebagai simbol kebersamaan, doa, dan harapan akan hasil panen yang melimpah. Selain itu, tradisi ini juga menjadi pengingat bahwa kehidupan masyarakat di sekitar pabrik gula memiliki hubungan erat dengan pertanian tebu yang telah menjadi sumber penghidupan sejak lama.
Meski zaman telah berubah, antusiasme masyarakat terhadap tradisi manten tebu ini masih terlihat hingga saat ini. Banyak warga yang sengaja datang hanya untuk menyaksikan prosesi manten tebu.
Keberadaan tradisi manten tebu juga menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah maraknya budaya modern, tradisi seperti ini justru menjadi identitas daerah yang patut dijaga dan dilestarikan bersama.
Dengan terus mempertahankan tradisi manten tebu, diharapkan tidak hanya menjadi cerita di masa lalu saja, tetapi juga dapat dikenal oleh generasi yang akan datang. TISA
Editor : Imron Arlado