Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Buka Giling; Tradisi yang Masih Dijaga Masyarakat Jawa

Imron Arlado • Minggu, 10 Mei 2026 | 16:17 WIB
Buka giling merupakan tanda resmi dimulainya proses pengolahan tebu menjadi gula.
Buka giling merupakan tanda resmi dimulainya proses pengolahan tebu menjadi gula.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Tradisi buka giling pabrik gula masih menjadi salah satu warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Jawa hingga saat ini. Di berbagai daerah sentra gula seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah, momen dimulainya musim penggilingan tebu tidak hanya dipandang sebagai aktivitas industri, tetapi juga sebagai peristiwa budaya yang sarat makna sosial dan kebersamaan.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak masa awal berkembangnya industri gula di tanah Jawa, termasuk di Kawasan pabrik gula seperti Pabrik Gula gempolkrep dan sejumlah pabrik gula lain yang menjadi pusat produksi tebu nasional.

Setiap tahun, saa musim giling tiba, Masyarakat sekitar selalu menyambutnya dengan rangkaian kegiatan adat hiburan rakyat.

Buka giling merupakan tanda resmi dimulainya proses pengolahan tebu menjadi gula. Namun, bagi Masyarakat sekitar, momen ini memiliki makna yang lebih dalam, yaitu ungkapan rasa Syukur atas hasil panen tebu serta harapan agar musim produksi berjalan lancar dan membawa kesejahteraan.

Baca Juga: Semarak HUT ke-101 Perguruan Tamansiswa Cabang Mojokerto SMP Tamansiswa Mojokerto Gelar Beragam Lomba Kreatif dan Diikuti 40 Sekolah dengan 200 Peserta 

Biasanya, acara diawali dengan doa bersama, keselamatan, hingga ritual adat yang melibatkan petani, pekerja pabrik, dan tokoh masyarakat. Tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan antara industri dan masyarakat desa.

Salah satu ciri khas yang masih bertahan dalam tradisi buka giling adalah adanya prosesi budata seperti kirab tebu, manten tebu, hingga hiburan rakyat (Nayub, Pasar malam, dll.) tradisi tersebut menjadi symbol pengjormatan terhadap hasil bumi dan kerja keras pawa petani.

Di beberapa daerah, hiburan seperti tarub atau nayub juga masih digelar sebagai bagian dari perayaan. Pertunjukan ini menghadirkan music gamelan dan tarian tradisional yang melibatkan Masyarakat secara langsung, menciptakan suasana kebersamaan yang khas.

Selain nilai budaya, tradisi buka giling juga menjadi ruang interaksi sosial Masyarakat. Warga dari berbagai desa berkumpul untuk menyaksikan acara, menikmati hiburan, hingga berdagang di area sekitar pabrik.

Aktivitas ini turut menggerakkan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, dan pekerja musiman yang mengutamakan pendapatan dari ramainya musim giling.

Meski industri gula terus berkembang dengan teknologi modern, tradisi buka giling tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur menjadi alasan utama tradisi ini terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

Bagi masyarakat, buka giling bukan hanya awal dari musim produksi gula, tetapi juga momen penting yang menghubungkan sejarah, budaya, dan kehidupan sosial dalam satu perayaan yang penuh makna.

NENSI

Editor : Imron Arlado
#nayub #buka giling #budaya #pasar malam #pabrik gula