JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Keberadaan sebuah peternakan unta di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto mendadak menjadi sorotan publik. Fenomena tak biasa ini ramai diperbincangkan setelah sejumlah foto dan video memperlihatkan kawanan unta yang digembalakan di area pedesaan.
Fenomena tersebut sontak membuat masyarakat penasaran. Mojokerto yang selama ini dikenal dengan sejarah Majapahit dan kuliner khas onde-onde, kini menambah daftar keunikannya dengan hadirnya hewan gurun yang jarang ditemui di Indonesia.
Unggahan video unta berjalan di jalan desa Ngoro langsung viral di media sosial. Ribuan komentar dan reaksi warganet bermunculan, sebagian menganggapnya sebagai hiburan, sebagian lagi menilai sebagai peluang wisata baru.
Baca Juga: Angkutan Umum Mojokerto-Batu Dilarang Turunkan Penumpang di Jembatan Cangar
Tak sedikit warganet yang mempertanyakan tujuan pemeliharaan unta di daerah tropis. Dugaan pun bermunculan, mulai dari untuk kebutuhan penelitian, wisata edukasi, hingga komersial seperti penyediaan hewan kurban.
Warga sekitar menyambut fenomena ini dengan antusias. Banyak yang sengaja datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung kawanan unta, bahkan ada yang mengabadikan momen tersebut untuk dibagikan kembali di media sosial.
Pemerintah daerah disebut tengah meninjau fenomena ini. Dinas terkait dikabarkan akan memastikan aspek kesehatan hewan, keamanan lingkungan, serta potensi pengembangan wisata yang bisa mendukung ekonomi lokal.
Menurut sejumlah pengamat, keberadaan unta di Mojokerto bisa menjadi daya tarik wisata unik. Jika dikelola dengan baik, peternakan ini berpotensi menjadi destinasi edukatif bagi pelajar maupun wisatawan.
Fenomena ini juga membuka peluang promosi daerah. Mojokerto yang selama ini dikenal dengan wisata sejarah, kini bisa menambahkan daya tarik baru yang berbeda dari daerah lain.
Baca Juga: Sopir Mengantuk, Truk Tangki di Mojokerto Tabrak Pohon lalu Terguling
Namun tantangan tetap ada. Perawatan unta di iklim tropis membutuhkan perhatian khusus, mulai dari pakan, kesehatan, hingga adaptasi lingkungan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola peternakan.
Meski demikian, viralnya peternakan unta di Ngoro Mojokerto menunjukkan betapa cepatnya fenomena unik bisa menyebar di era digital. Media sosial kembali berperan besar dalam mengangkat isu lokal ke panggung nasional.
Sekarang masyarakat menunggu langkah resmi pemerintah dan pengelola peternakan. Apakah fenomena ini akan sekadar menjadi sensasi sesaat, atau benar-benar berkembang menjadi destinasi wisata baru di Mojokerto.
KALKY
Editor : Imron Arlado