Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Prediksi Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Imron Arlado • Kamis, 7 Mei 2026 | 18:38 WIB
Ilustrasi cuaca ekstre. (foto:Freeapik)
Ilustrasi cuaca ekstrem. (foto:Freeapik)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada awal hingga pertengahan Mei 2026. Fenomena ini diperkirakan berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir. 

Menurut BMKG, kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby ekuatorial, serta gelombang Kelvin. Kombinasi fenomena tersebut meningkatkan potensi terbentuknya awan hujan lebat di berbagai daerah. 

Pada periode 2–5 Mei 2026, wilayah yang diprediksi terdampak meliputi Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua. 

Baca Juga: Penetapan Status Darurat Bencana Kekeringan di Mojokerto Diajukan Bulan Depan

Sementara itu, pada 6–8 Mei 2026, cuaca ekstrem diperkirakan bergeser ke wilayah Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Intensitas hujan di daerah tersebut berpotensi meningkat dengan disertai angin kencang. 

BMKG juga merilis peringatan dini untuk periode 6–9 Mei 2026. Hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di Aceh, Riau, Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua. 

Selain hujan deras, potensi angin kencang juga perlu diwaspadai, khususnya di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara pada 7–8 Mei. Angin kencang ini dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan ringan dan pepohonan. 

Pada 8–9 Mei, BMKG menetapkan status Siaga di beberapa wilayah, termasuk Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, dan Papua Tengah. Status ini menandakan adanya potensi bencana hidrometeorologi yang lebih serius. 

Baca Juga: Korem 082/CPYJ Mojokerto Bakal Gelar Aksi Kemanusiaan, Bagikan Sembako hingga Kenalkan Wisata Kediri

Dampak yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi. Masyarakat di daerah rawan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. 

BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi ini. Warga di daerah perbukitan dan bantaran sungai diminta untuk lebih berhati-hati terhadap potensi longsor dan luapan air. 

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak berteduh di bawah pohon atau bangunan rapuh saat hujan deras disertai angin kencang. Risiko sambaran petir juga perlu diantisipasi dengan menghindari area terbuka. 

Baca Juga: Dari Pekerja Penerima Upah (PPU) ke Mandiri, Nadhifa Segera Aktifkan JKN Mandiri

BMKG menyarankan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal media sosial agar tidak ketinggalan update terbaru mengenai kondisi cuaca. 

Dengan adanya peringatan ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan mempersiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak dari cuaca ekstrem yang sedang mengintai. 

FERDI

Editor : Imron Arlado
#bencana alam #fenomena #BMKG #hujan deras angin kencang #cuaca eksrtrim