JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Jalur antara Pacet dan Cangar merupakan salah satu jalur pegunungan yang sering digunakan wisatawan maupun warga lokal.
Jalur tersebut terkenal karena pemandangannya yang indah, udara sejuk, dan menjadi akses penghubung penting antara wilayah Mojokerto dan Kota Batu.
Tetapi di balik keindahannya, jalur tersebut juga memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi karena banyaknya tanjakan panjang, turunan curam, tikungan tajam, dan kondisi alam yang dapat berubah sewaktu-waktu, seperti kabut tebal, hujan deras.
Jadi, setiap pengendara yang melintas di jalur ini perlu memiliki persiapan yang matang, memahami teknik berkendara yang benar, dan menjaga kondisi kendaraan agar selalu dalam keadaan maksimal.
Sebelum berangkat, sangat penting bagi pengendara untuk memahami kondisi jalur yang akan dilalui. Hal tersebut bertujuan agar pengendara tidak kaget atau panik ketika menghadapi situasi tertentu di tengah perjalanan.
Jalur Pacet–Cangar memiliki karakter khas jalur pegunungan, yaitu jalan yang naik turun secara terus-menerus dengan kemiringan yang cukup tinggi.
Di beberapa titik jalan juga relatif sempit dan berada di area perbukitan atau hutan, sehingga jarak pandang bisa terbatas, terutama saat kabut turun.
Kondisi yang seringkali ditemui di jalur Pacet-Cangar:
-
Tanjakan panjang yang membutuhkan tenaga mesin lebih besar
-
Turunan curam yang berpotensi membuat rem cepat panas
-
Tikungan tajam yang mengharuskan pengendara mengurangi kecepatan
-
Kabut tebal yang bisa muncul secara tiba-tiba
-
Jalan licin saat hujan
-
Risiko longsor terutama di musim hujan
-
Lalu lintas padat saat akhir pekan atau musim liburan
Salah satu faktor utama dalam keselamatan berkendara di jalur pegunungan yaitu kondisi kendaraan. Sebagian kecelakaan terjadi bukan hanya karena faktor jalan, tetapi juga karena kendaraan yang tidak siap digunakan untuk perjalanan jauh atau medan berat.
Sebelum melaksanakan perjalanan, wajib melakukan pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh agar tidak terjadi masalah di tengah perjalanan, terutama saat melewati tanjakan atau turunan yang panjang.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026: Mengukur Kekuatan Tersembunyi Perempuan Indonesia
Inilah Bagian kendaraan yang wajib diperiksa dengan teliti sebelum berangkat:
1. Rem
Rem merupakan komponen paling vital saat melewati jalan turunan curam. Jika rem tidak bekerja dengan baik, risiko kecelakaan meningkat secara signifikan.
Pastikan:
-
Rem terasa pakem saat ditekan
-
Tidak ada bunyi berdecit atau gesekan berlebihan
-
Pedal rem tidak terasa terlalu dalam
-
Minyak rem berada pada batas normal
-
Kampas rem masih tebal
2. Ban
Ban berfungsi menjaga kendaraan tetap stabil dan memiliki daya cengkram yang baik pada permukaan jalan. Di jalur pegunungan, ban yang tidak layak pakai bisa menyebabkan kendaraan mudah tergelincir.
Periksa:
-
Tekanan angin sesuai standar
-
Kembang ban masih tebal
-
Tidak ada retakan atau benjolan
-
Permukaan ban tidak gundul
3. Mesin dan Oli
Mesin akan bekerja lebih keras saat melewati tanjakan panjang. Jika kondisi mesin tidak optimal, kendaraan dapat kehilangan tenaga atau bahkan mogok di tengah jalan.
Baca Juga: Semangat Kartini Hidup di RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto
Pastikan:
-
Oli mesin dalam kondisi cukup
-
Oli tidak terlalu lama digunakan
-
Mesin tidak cepat panas
-
Suara mesin terdengar normal
4. Lampu
Lampu kendaraan sangat penting untuk keselamatan, terutama saat berkendara di kondisi kabut ataupun hujan.
Pastikan:
-
Lampu depan menyala terang
-
Lampu rem berfungsi dengan baik
-
Lampu sein menyala normal
-
Klakson berfungsi
Penggunaan gigi yang tepat juga sangat mempengaruhi kemampuan kendaraan dalam menghadapi tanjakan dan turunan.
Saat menanjak gunakan gigi rendah seperti gigi 1 atau 2 agar tenaga mesin lebih kuat dan kendaraan tidak kehilangan tenaga. Gas harus dijaga tetap stabil agar kendaraan tidak tersendat atau mati mesin.
Pengendara juga perlu menjaga jarak dengan kendaraan di depan agar memiliki ruang yang cukup jika kendaraan tiba-tiba berhenti.
Jika kendaraan berhenti di tengah tanjakan, gunakan rem tangan untuk menahan kendaraan agar tidak mundur, kemudian mulai berjalan kembali secara perlahan.
Saat menurun gunakan gigi rendah untuk membantu menahan laju kendaraan. Teknik ini dikenal sebagai engine brake, yaitu memanfaatkan tenaga mesin untuk mengurangi kecepatan kendaraan tanpa harus terus-menerus menekan rem.
Dengan menggunakan engine brake, beban kerja rem akan berkurang sehingga risiko rem panas atau blong bisa diminimalkan.
Baca Juga: Sunrise Mall Mojokerto, Boneka Discount Up To 70 Persen
Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan pengendara saat melewati turunan panjang yaitu menekan rem secara terus-menerus tanpa jeda.
Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan rem menjadi panas dan kehilangan kemampuan pengereman. Teknik yang benar menggunakan rem secara bertahap:
1. Tekan rem sebentar untuk mengurangi kecepatan, kemudian lepaskan rem agar suhu rem tidak meningkat terlalu cepat. Setelah itu, tekan kembali jika diperlukan.
2. Teknik ini sering disebut:
Tekan – Lepas – Tekan – Lepas
Kecepatan yang terlalu tinggi juga menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di jalur pegunungan. Jalan yang berkelok dan menurun membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan jika melaju terlalu cepat.
Kecepatan yang disarankan:
1. Tanjakan:
Sekitar 20–40 km/jam
2. Turunan:
Sekitar 20–40 km/jam
3. Tikungan tajam:
Sekitar 10–20 km/jam
Baca Juga: Sunrise Mall Mojokerto, Boneka Discount Up To 70 Persen
Perjalanan di jalur pegunungan juga sangat membutuhkan konsentrasi tinggi dan kerja mesin yang berat. Jadi, pengendara disarankan untuk berhenti sejenak jika merasa lelah atau jika kendaraan menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Tanda kendaraan perlu istirahat:
-
Tercium bau rem terbakar
-
Rem terasa kurang pakem
-
Mesin terasa panas
-
Perjalanan turunan sudah cukup lama
Tanda pengemudi perlu istirahat:
-
Mengantuk
-
Sulit fokus
-
Mata terasa berat
-
Tubuh terasa lelah
Menyalip kendaraan di tikungan juga tindakan yang sangat berbahaya karena jarak pandang terbatas. Kendaraan dari arah berlawanan dapat muncul secara tiba-tiba tanpa sempat terlihat.
Selain itu, jalan di jalur pegunungan biasanya tidak terlalu lebar, sehingga ruang untuk menyalip juga terbatas. Jika ingin menyalip, pastikan kondisi benar-benar aman, yaitu:
-
Jalan lurus
-
Pandangan jelas
-
Tidak ada kendaraan dari arah berlawanan
LULUS
Editor : Imron Arlado