Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mau ke Batu lewat Cangar? Ini Tips Aman Berkendara Melewati Jalur Tanjakan Tajam dan Turunan Curam di Kawasan Pacet–Cangar

Imron Arlado • Selasa, 21 April 2026 | 19:02 WIB
Tips aman berkendara di jalan pacet-cangar
Tips aman berkendara di jalan pacet-cangar

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Jalur antara Pacet dan Cangar merupakan salah satu jalur pegunungan yang sering digunakan wisatawan maupun warga lokal.

Jalur tersebut terkenal karena pemandangannya yang indah, udara sejuk, dan menjadi akses penghubung penting antara wilayah Mojokerto dan Kota Batu.

Tetapi di balik keindahannya, jalur tersebut juga memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi karena banyaknya tanjakan panjang, turunan curam, tikungan tajam, dan kondisi alam yang dapat berubah sewaktu-waktu, seperti kabut tebal, hujan deras.

Jadi, setiap pengendara yang melintas di jalur ini perlu memiliki persiapan yang matang, memahami teknik berkendara yang benar, dan menjaga kondisi kendaraan agar selalu dalam keadaan maksimal.

Sebelum berangkat, sangat penting bagi pengendara untuk memahami kondisi jalur yang akan dilalui. Hal tersebut bertujuan agar pengendara tidak kaget atau panik ketika menghadapi situasi tertentu di tengah perjalanan.

Jalur Pacet–Cangar memiliki karakter khas jalur pegunungan, yaitu jalan yang naik turun secara terus-menerus dengan kemiringan yang cukup tinggi.

Di beberapa titik jalan juga relatif sempit dan berada di area perbukitan atau hutan, sehingga jarak pandang bisa terbatas, terutama saat kabut turun.

Kondisi yang seringkali ditemui di jalur Pacet-Cangar:

Salah satu faktor utama dalam keselamatan berkendara di jalur pegunungan yaitu kondisi kendaraan. Sebagian kecelakaan terjadi bukan hanya karena faktor jalan, tetapi juga karena kendaraan yang tidak siap digunakan untuk perjalanan jauh atau medan berat.

Sebelum melaksanakan perjalanan, wajib melakukan pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh agar tidak terjadi masalah di tengah perjalanan, terutama saat melewati tanjakan atau turunan yang panjang.

Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026: Mengukur Kekuatan Tersembunyi Perempuan Indonesia

Inilah Bagian kendaraan yang wajib diperiksa dengan teliti sebelum berangkat:

1. Rem

Rem merupakan komponen paling vital saat melewati jalan turunan curam. Jika rem tidak bekerja dengan baik, risiko kecelakaan meningkat secara signifikan.

Pastikan:

2. Ban

Ban berfungsi menjaga kendaraan tetap stabil dan memiliki daya cengkram yang baik pada permukaan jalan. Di jalur pegunungan, ban yang tidak layak pakai bisa menyebabkan kendaraan mudah tergelincir.

Periksa:

 

3. Mesin dan Oli

Mesin akan bekerja lebih keras saat melewati tanjakan panjang. Jika kondisi mesin tidak optimal, kendaraan dapat kehilangan tenaga atau bahkan mogok di tengah jalan.

Baca Juga: Semangat Kartini Hidup di RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto

Pastikan:

4. Lampu

Lampu kendaraan sangat penting untuk keselamatan, terutama saat berkendara di kondisi kabut ataupun hujan.

Pastikan:

Penggunaan gigi yang tepat juga sangat mempengaruhi kemampuan kendaraan dalam menghadapi tanjakan dan turunan.

Saat menanjak gunakan gigi rendah seperti gigi 1 atau 2 agar tenaga mesin lebih kuat dan kendaraan tidak kehilangan tenaga. Gas harus dijaga tetap stabil agar kendaraan tidak tersendat atau mati mesin.

Pengendara juga perlu menjaga jarak dengan kendaraan di depan agar memiliki ruang yang cukup jika kendaraan tiba-tiba berhenti.

Jika kendaraan berhenti di tengah tanjakan, gunakan rem tangan untuk menahan kendaraan agar tidak mundur, kemudian mulai berjalan kembali secara perlahan.

Saat menurun gunakan gigi rendah untuk membantu menahan laju kendaraan. Teknik ini dikenal sebagai engine brake, yaitu memanfaatkan tenaga mesin untuk mengurangi kecepatan kendaraan tanpa harus terus-menerus menekan rem.

Dengan menggunakan engine brake, beban kerja rem akan berkurang sehingga risiko rem panas atau blong bisa diminimalkan.

Baca Juga: Sunrise Mall Mojokerto, Boneka Discount Up To 70 Persen

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan pengendara saat melewati turunan panjang yaitu menekan rem secara terus-menerus tanpa jeda.

Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan rem menjadi panas dan kehilangan kemampuan pengereman. Teknik yang benar menggunakan rem secara bertahap:

1.     Tekan rem sebentar untuk mengurangi kecepatan, kemudian lepaskan rem agar suhu rem tidak meningkat terlalu cepat. Setelah itu, tekan kembali jika diperlukan.

2.     Teknik ini sering disebut:

Tekan – Lepas – Tekan – Lepas

Kecepatan yang terlalu tinggi juga menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di jalur pegunungan. Jalan yang berkelok dan menurun membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan jika melaju terlalu cepat.

Kecepatan yang disarankan:

1. Tanjakan:
Sekitar 20–40 km/jam

2. Turunan:
Sekitar 20–40 km/jam

3. Tikungan tajam:
Sekitar 10–20 km/jam

Baca Juga: Sunrise Mall Mojokerto, Boneka Discount Up To 70 Persen

Perjalanan di jalur pegunungan juga sangat membutuhkan konsentrasi tinggi dan kerja mesin yang berat. Jadi, pengendara disarankan untuk berhenti sejenak jika merasa lelah atau jika kendaraan menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Tanda kendaraan perlu istirahat:

Tanda pengemudi perlu istirahat:

Menyalip kendaraan di tikungan juga tindakan yang sangat berbahaya karena jarak pandang terbatas. Kendaraan dari arah berlawanan dapat muncul secara tiba-tiba tanpa sempat terlihat.

Selain itu, jalan di jalur pegunungan biasanya tidak terlalu lebar, sehingga ruang untuk menyalip juga terbatas. Jika ingin menyalip, pastikan kondisi benar-benar aman, yaitu:

LULUS

Editor : Imron Arlado
#tips berkendara #pacet #turunan #tanjakan #cangar