JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kawasan Trowulan dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit pada masa lalu, sekitar abad ke-13 sampai abad ke-16.
Di wilayah Trowulan terdapat banyak peninggalan sejarah berupa candi, gapura, kolam, dan bangunan kuno lainnya yang menjadi bukti kejayaan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara.
Sampai hari ini, berbagai situs bersejarah masih bisa dikunjungi karena telah dirawat dan dilestarikan sebagai tempat wisata sejarah dan sarana edukasi. Ini daftar candi peninggalan Majapahit yang wajib dikunjungi:
1. Candi Bajang Ratu
Candi Bajang Ratu adalah salah satu bangunan paling terkenal di kawasan Trowulan. Bentuknya seperti gapura tinggi dengan ukiran yang detail dan khas arsitektur Majapahit.
Bangunan tersebut diperkirakan dibangun untuk mengenang Raja Jayanegara, raja kedua Kerajaan Majapahit. Dengan tinggi sekitar 16,5 meter, candi tersebut menjadi simbol kebesaran kerajaan pada masa itu.
Hingga sekarang, Candi Bajang Ratu seringkali dikunjungi wisatawan karena bentuknya yang megah, nilai sejarahnya yang tinggi, dan lokasinya mudah diakses.
2. Candi Tikus
Candi Tikus memiliki bentuk yang berbeda dari candi pada umumnya karena berupa kolam pemandian kuno atau petirtaan. Candi ini ditemukan pada tahun 1914 dan diyakini digunakan untuk kegiatan ritual keagamaan pada masa Kerajaan Majapahit.
Di dalamnya terdapat puluhan pancuran air yang menjadi ciri khas utama. Keunikan bentuk dan fungsi Candi Tikus membuatnya menjadi salah satu yang paling menarik dan sering dikunjungi wisatawan di kawasan Trowulan.
Baca Juga: Budaya Tiongkok di Arsitektur Majapahit, Dari Rumah Tapak hingga Hiasan Nisan
3. Candi Brahu
Candi Brahu termasuk salah satu candi tertua di Trowulan dan memiliki nilai sejarah yang sangat mendalam. Bangunan tersebut terbuat dari bata merah khas Majapahit dan diperkirakan digunakan sebagai tempat upacara kremasi atau pembakaran jenazah raja dan tokoh penting kerajaan.
Lokasinya berada di kawasan pusat kerajaan yang menjadikan Candi Brahu sebagai salah satu situs bersejarah yang sering dikunjungi oleh peneliti, pelajar, hingga wisatawan yang ingin mempelajari sejarah Majapahit secara langsung.
4. Wringin Lawang
Wringin Lawang merupakan gapura besar berbentuk candi bentar yang menjadi salah satu ikon peninggalan Kerajaan Majapahit. Bangunan tersebut memiliki tinggi sekitar 15,5 meter dan menjadi salah satu gerbang terbesar pada masa kerajaan tersebut.
Bentuknya yang terbelah menjadi dua bagian menjadi ciri khas arsitektur Majapahit yang masih bisa dilihat hingga sekarang.
Wringin Lawang sering juga dijadikan lokasi wisata sejarah dan tempat berfoto karena tampilannya yang megah dan mudah dijangkau oleh pengunjung.
Baca Juga: Budaya Tiongkok di Arsitektur Majapahit, Didominasi Muslim, Jadi Penyebar Islam
5. Candi Gentong
Candi Gentong adalah situs candi yang banyak menyimpan temuan arkeologi penting. Nama "Gentong" berasal dari banyaknya pecahan gentong atau wadah air yang ditemukan di sekitar lokasi saat proses penggalian.
Para ahli memperkirakan candi tersebut berasal dari masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Candi Gentong juga menjadi lokasi penelitian arkeologi karena ditemukan berbagai benda kuno.
Salah satunya yaitu keramik dari luar negeri yang telah menunjukkan adanya hubungan perdagangan pada masa Majapahit dulu.
6. Kolam Segaran
Kolam Segaran yaitu kolam kuno terbesar yang menjadi bagian penting dari kawasan kerajaan Majapahit. Tempat ini juga memiliki fungsi yang sangat penting pada masa lalu, seperti untuk kegiatan kerajaan, penyimpanan air, dan menyambut tamu penting.
Keberadaan Kolam Segaran telah menunjukkan bahwa masyarakat Majapahit sudah memiliki sistem pengelolaan air yang maju pada zamannya.
Sekarang tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik, terutama bagi pengunjung yang ingin melihat peninggalan teknologi kuno dari masa kerajaan.
LULUS
Editor : Imron Arlado