JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Mojokerto mungkin tidak selalu disebut sebagai pusat olahraga di Indonesia, tetapi dari daerah ini lahir sejumlah atlet yang mampu bersaung bahkan mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional dan internasional.
Menariknya, banyak dari mereka justru berkembang dari keterbatasan fasilitas, namun tetap mampu menembus kompetisi bergengsi lewat kerja keras dan disiplin Latihan.
Salah satu nama yang paling menonjol adalah Khalimatus Sadiyah, atlet para badminton asal Mojokerto. Ia mencatat Sejarah dengan meraih medali emas di Paralimpiade Tokyo 2020 pada nomor ganda putri.
Prestasi ini bukan hanya membanggakan Mojokerto, tetapi juga Indonesia, karena menjadi salah satu pencapaian penting di ajang olahraga dunia.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Keberangkatan Bus Trans Jatim Koridor Mojokerto-Surabaya
Perjalanan Khalimatus tidak instan. Ia memulai latihan sejak usia Sekolah Dasar dan sempat mencoba beberapa cabang olahraga sebelum akhirnya fokus di bulu tangkis. Konsisten dan ketekunannya menjadi kunci hingga mampu menembus level tertinggi.
Di cabang olahraga lain, ada Bintang Akbar, atlet voli Pantai asal Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Ia turut mengharumkan nama Indonesia setelah meraih medali emas di SEA Games 2023 dan tampil di ajang Internasional seperti Beach Pro Tour 2024 di China.
Prestasi ini menunjukkan bahwa atlet dari daerah juga mampu bersaing di level global, bahkan di cabang olahraga yang tidak terlalu populer di Masyarakat.
Sementara itu, dari cabang loncat indah, muncul nama Brilian Pratama Arista Putra. Atlet muda ini berhasil meraih dua medali emas dan satu perak dalam kejuaraan internasional diving yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara.
Yang menarik, ia meraih prestasi tersebut dengan dukungan dana yang terbatas, bahkan sebagian besar berasal dari biaya mandiri. Kisahnya menggambarkan realitas banyak atlet daerah yang tetap berprestasi meski minim perhatian.
Di tingkat nasional, ada juga atlet muda seperti Khabib Wahyu Al-Nashir dari cabang kickboxing. Ia berhasil meraih medali perak dalam Kejuaraan Nasional Kickboxing Indonesia 2025 dan menjadi satu-satunya wakil Mojokerto yang berhasil naik podium di ajang tersebut.
Tidak kalah menarik, dari cabang olahraga air ada Muhammad Zen Zauhari, atlet renang muda yang mulai menunjukkan potensinya sejak usia dini. Ia telah mengikuti berbagai kejuaraan dan terus berkembang sebagai salah satu bibit unggul Mojokerto di masa depan.
Selain itu, ada juga Aisyah Mutiara Cinta Santoso, atlet finswimming yang pernah meraih juara nasional dan menjadi bukti bahwa pembinaan sejak usia muda bisa menghasilkan prestasi nyata.
Melihat berbagai nama tersebut, terlihat bahwa Mojokerto memiliki potensi besar di berbagai cabang olahraga, mulai dari bulu tangkis, voli Pantai, renang, hingga olahraga bela diri.
Baca Juga: 7 Spot Instagramable di Mojokerto yang Bikin Feed Media Sosial Makin Kece
Meski masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan dukungan, para atlet ini tetap mampu menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu ditentukan oleh asal daerah, melainkan oleh kerja keras dan ketekunan.
Dengan semakin banyaknya atlet berprestasi, Mojokerto perlahan membuktikan diri sebagai daerah yang mampu melahirkan talenta olahraga berkualitas. Jika didukung dengan pembinaan yang lebih serius dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin ke depan akan lahir lebih banyak lagi atlet dari daerah ini yang bersinar di tingkat nasional maupun internasional.
NENSI
Editor : Imron Arlado