JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di tengah maraknya pusat perbelanjaan modern, pasar tradisional kerap dipandang mulai kehilangan daya tariknya. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Pasar Kramat di Pacet, Mojokerto. Pasar ini justru menawarkan suasana yang berbeda dari pasar biasanya, di mana aktivitas jual belinya berjalan mengikuti siklus hari pasaran Jawa.
Keunikan inilah yang membuat Pasar Kramat berbeda dari pasar pada umumnya. Tidak hanya menjadi pusat ekonomi masyarakat setempat, pasar ini juga menjadi wadah di mana budaya lokal masih dilestarikan hingga sekarang.
Lokasi lengkap pasar ini berada di Kramajetak No. Rt.004, Dusun Pong Boto, Warugunung, Kec. Pacet, Kab. Mojokerto. Pasar Kramat ini buka setiap minggu Kliwon dan Wage saja, dari jam 06.00-12.00 siang.
Hal yang paling mencuri perhatian adalah cara transaksi jual beli yang berbeda dari pasar lainnya. Di Pasar Kramat, pengunjung tidak langsung menggunakan uang tunai untuk bertransaksi dengan pedagang, sehingga sebagai gantinya mereka harus menukarkan uang dengan koin terlebih dahulu. 1 koin dihargai dengan 2000 Rupiah, koin inilah yang kemudian digunakan sebagai alat pembayaran.
Di Pasar Kramat, seluruh pedagang hanya menyajikan aneka jajanan tradisional seperti tiwul, lupis, cenil, gatot, dawet, hingga horok-horok. Oleh karena itulah, alih-alih menjual makanan kekinian, para pedagang disini memilih untuk menjual jajanan tradisional. Tak hanya jajanan kue jadul, mereka juga menjual minuman jamu seperti jamu kunyit asam.
Tidak disajikan dengan piring seperti pasar pada umumnya, semua jajanan disini disajikan dengan menggunakan alas dari daun pisang, daun mangkokan atau alas piring yang terbuat dari anyaman bambu. Untuk minuman, mereka menyajikannya dalam gelas yang terbuat dari kayu atau gelas alumunium zaman dulu
Selain kulineran, pengunjung bisa menikmati pagelaran seni tradisional yang digelar di area pasar. Ada alunan musik gamelan yang dimainkan secara langsung berpadu dengan suara sinden yang merdu, tari tradisional hingga permainan rakyat.
Tidak hanya memperkenalkan makanan jadul, di Pasar Kramat ini juga bisa merasakan vibes jaman dulu, karena para pedagang disini memakai pakaian tradisional, layaknya pakaian orang zaman dahulu. Untuk perempuan memakai kebaya dan baju lurik dan untuk laki-laki menggunakan baju lurik yang ditambah dengan aksesoris blangkon.
JADWAL LENGKAP PAGELARAN PASAR KRAMAT 2026:
· 18 Januari 2026
· 01 dan 28 Februari 2026
· 29 Maret 2026
· 12 April 2026
· 03 dan 17 Mei 2026
· 07 dan 21 Juni 2026
· 12 dan 26 Juli 2026
· 16 dan 30 Agustus 2026
· 20 September 2026
· 04 dan 25 Oktober 2026
· 08 dan 29 November 2026
· 13 Desember 2026
Setiap sudut pasar seolah menghadirkan cerita, membawa pengunjung merasakan nuansa tempo dulu yang kini mulai jarang ditemui. Bukan sekadar tempat berbelanja, Pasar Kramat menjadi ruang di mana budaya, kebersamaan, dan kenangan bertemu dalam satu waktu. Di sinilah, hal-hal sederhana justru terasa istimewa dan meninggalkan kesan yang sulit untuk dilupakan.
TISA
Editor : Imron Arlado