JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Thailand kembali diliputi duka di tengah perayaan tahun baru tradisionalnya. Dalam tiga hari pertama pelaksanaan Festival Songkran 2026, sebanyak 95 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang meningkat tajam di berbagai wilayah.
Data ini menyoroti sisi lain dari perayaan yang selama ini identik dengan keceriaan dan wisata air.
Berdasarkan laporan pemerintah setempat, kecelakaan terjadi secara masif sejak 10 hingga 12 April 2026. Selama periode tersebut, tercatat lebih dari 580 insiden kecelakaan dengan ratusan korban luka-luka di seluruh negeri.
Baca Juga: KPK Endus Satu IP Tender Mencurigakan hingga Data Bantuan RTLH Ganda di Pemkot Mojokerto
Angka ini menunjukkan bahwa mobilitas tinggi selama libur panjang menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko di jalan raya.
Festival Songkran sendiri dikenal sebagai momen puncak arus mudik di Thailand. Jutaan warga melakukan perjalanan untuk pulang kampung atau berlibur, sehingga pengguna kendaraan meningkat drastis.
Kondisi ini diperparah oleh perilaku berkendara berisiko, seperti kecepatan tinggi dan mengemudi dalam pengaruh alkohol.
Baca Juga: Dua Korban Dugaan Arisan Online Bodong di Mojokerto Segera Lapor Polisi
Pemerintah Thailand sebenarnya telah menetapkan periode ini sebagai “tujuh hari berbahaya” atau Seven Dangerous Days, yakni masa rawan kecelakaan yang selalu berulang setiap tahun selama perayaan berlangsung.
Kampanye keselamatan jalan pun terus dilakukan, termasuk pemeriksaan kendaraan dan imbauan kepada masyarakat agar tidak mengemudi dalam kondisi tidak layak.
Meski demikian, angka korban tetap tinggi. Bahkan, laporan terbaru mengabarkan bahwa jumlah korban meninggal dunia terus bertambah hingga lebih dari 150 orang dalam empat hari pertama perayaan. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam mengubah perilaku pengguna jalan.
Baca Juga: Dua Situs di Mojokerto Diajukan Jadi Cagar Budaya Nasional
Di sisi lain, Festival Songkran tetap menjadi salah satu daya tarik wisata terbesar di Thailand. Tradisi saling menyiram air yang melambangkan penyucian diri tetap berlangsung meriah di berbagai kota.
Namun, tragedi kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa di balik kemeriahan tersebut, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak. SEPTIANA
Editor : Imron Arlado